Belajar Komunikasi

Hari Selasa tanggal 22 Agustus 2017, saya berkunjung ke kantor Kang Choqi Isyraqi, alumni Biologi ITB 2010, di daerah Cigadung. Kami banyak mengobrol tentang himpunan dan juga tentang komunikasi. Hal yang kedua adalah yang akan saya bahas di sini.

Menurut Kang Choqi, belajar komunikasi berarti belajar bagaimana menyampaikan informasi hingga lawan komunikasi kita mendapatkan informasi tersebut. Hal tersebut mirip dengan ketika kita belajar mengenai kepemimpinan. Dalam kepemimpinan, kita belajar untuk menggerakkan orang dengan membuatnya menerima dan melakukan apa yang kita maksud. Ya, jadi apa yang paling dibutuhkan oleh seorang pemimpin adalah komunikasi, dan orang yang cakap berkomunikasi akan baik dalam memimpin.

Meskipun begitu, bukan berarti kemampuan komunikasi hanya dibutuhkan oleh para pemimpin seperti pimpinan negara, pimpinan perusahaan, dan pimpinan organisasi. Teknik komunikasi dibutuhkan oleh semua orang, karena kemampuan untuk membuat orang mengerti dan mau melakukan apa yang kita maksud merupakan kemampuan yang berguna dan dibutuhkan bagi semua orang.

Banyak permasalahan disebabkan karena masalah komunikasi. Seseorang dapat membenci orang lain karena kesalahan komunikasi. Masalah dalam keluarga seringkali muncul karena kurangnya komunikasi antaranggota keluarga. Banyak prasangka yang muncul hanya karena kurang jelasnya komunikasi. Suatu acara bisa kacau karena miskomunikasi antara panitia. Hubungan pertemanan bisa rusak karena kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Jadi, tidak dapat dipungkiri bahwa komunikasi adalah hal yang penting untuk dipelajari oleh semua orang.

Inti dari komunikasi adalah sesederhana menyampaikan maksud yang kita inginkan ke lawan komunikasi kita dalam bentuk apapun. Sebenarnya, untuk sekedar menyampaikan informasi kepada orang lain itu cukup mudah. Masalahnya, setiap orang memiliki emosi, urusan, masalah, dan kemampuan menangkap yang berbeda. Itulah yang membuat maksud dari informasi yang kita sampaikan tidak diterima atau terjadi salah penangkapan oleh orang lain. Kita tidak bisa begitu saja menumpahkan apa yang kita maksud kepada orang lain. Kita harus mempertimbangkan latar belakang dan keadaan orang yang ingin kita ajak berkomunikasi. Seringkali kita harus mengambil jalan memutar untuk menyampaikan maksud kita. Di situlah bagian sulitnya, dan di situlah banyak terjadi kesalahan yang menghasilkan masalah-masalah di atas.

Jadi, marilah kita sama-sama meningkatkan kemampuan komunikasi kita, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan masalah-masalah lainnya seperti yang disebutkan di atas. Dan yang terpenting, marilah kita berhusnudzon pada sesama, karena seringkali apa yang kita tangkap bukanlah apa yang sebenarnya dimaksud.

)