CERITA DIKALA KESAL
Sedikit hal yg anda perlu tau tentang saya. Saya adalah org yg cukup muak dengan menjalankan sesuatu dr manusia tanpa bertanya alasannya terlebih dahulu.
Karena manusia zaman sekarang kebanyakan gangerti dgn apa yg mereka lakukan.
Sehingga pengetahuan mereka ga berkembang dan sangat kaku.
Sedangkan hal2 dan kejadian2 dimuka bumi ini begitu beragam.
Contohnya saat dilarang keluar malam. Jangan sekedar melarang saya. Tapi informasikan bahwa pada malam hari itu sepi dan bila terjadi apa2 akan sulit untuk ditolong org. Kriminalitas resikonya lebih tinggi, kendaraan dgn kecepatan tinggi. Malam hari waktu untuk beristirahat dan beribadah karena kesepian dan ketenangan keadaan di malam hari.
Dengan begitu saya bisa mengambil lebih banyak pelajaran. Bukan hanya dalam kondisi keluar malam. Bahkan saat saya melihat situasi pd siang hari dan keadaannya sangat sepi, saya akan berpikir 2 kali untuk keluar rumah. Jalanan sepi membuat kendaraan melaju dgn kecepatan tinggi dan saat terjadi kecelakaan akan sedikit adanya kemungkinan untuk ditolong. Bahwa dalam situasi yg tenang (malam hari) kita sebaiknya memanfaatkan waktu untuk mengingat Pencipta kita.
Karena dalam keadaan tenang memungkinkan kita untuk bisa lebih fokus mengingat kekurangan kita dan tidak lalai.
Tentu saya bukan seorang alim yg walaupun keadaan seribut apapun saya bisa tetap fokus beribadah. Seperti sahabat nabi yg dipanah dalam shalatnya namun tetap diam seperti pohon. Itu semua bisa dia lakukan meskipun itu bukan pd malam hari.
Atau mungkin saya salah ? harusnya saat dilarang, saat itu aku berpikir sendiri mengapa? Tapi pd kondisi spt itu, nafsu dan emosiku masih terlalu besar untuk memahami semua larangan itu.
Saya punya kesulitan untuk menggambarkan sesuatu kondisi yg dijelaskan secara lisan.
Bukan tidak mampu, hanya saja seringkali kurang tepat.
Terkadang org menjelaskan sesuatu pun menurut saya kurang baik sehingga sulit diterima. Lalu saat partner bicaranya tidak paham, dia malah menganggap lawan bicaranya bodoh.
Hey ? mau ngejelasin atau dianggap pinter? Kalo mau dianggap pinter bilang aja.
Dengan mengalami kejadian2 secara pribadi, saya mampu merasakan dan mengambil pelajaran yg sangat nyata.
Seperti nongkrong sampai larut malam, yg hanya diisi dengan candaan dengan menjelekkan orang lain, bernyanyi2 sampai jenuh dan kadang dipaksakan, berusaha membuat suasana tetap seru dengan lawakan2 yg akhirnya dibuat2 sampai berbohong.
Meskipun tentu terkadang kita memikirkan hal yg baik, namun hanya beberapa bagian kecil dari bagian besar obroloan itu. Betul sekali rasa kebersamaan itu semakin kuat. Jelas, org waktu bersamanya semakin lama, saat ga ngumpul tentunya berasa ada yg kurang.
Maksud saya, jangan hanya menuruti sebuah perintah, coba renungi sendiri.
Jangan tanyakan kenapa kepada yg memerintah. Hanya saja cobalah pikirkan sejenak. Apa baiknya apa buruknya. Cerna lalu pahami baik2. Ini akan melatih cara berpikir anda.
Sehingga saat anda memilih sesuatu yg spontan, anda sudah terbiasa untuk menentukan pilihan yg baik dengan banyak pertimbangan2 yg sudah anda pikirkan.
Saat anda tidak paham barulah tanyakan secara baik2. Karena dengan memahami, rasa rela itu lebih besar dan membuat kita bersungguh2 menjalankan suatu pekerjaan.
Ya rasa takut jg sering digunakan untuk memacu dan memotivasi. Tapi saya bukan tipe yg senang ditakut2i. Saya suka mengambil resiko , menerima ancaman dan bahkan bisa kesal karena merasa dikuasai dan dianggap remeh.
Ya mungkin karena saya tidak paham dan ga terima. Tp dengan mengenal islam, dengan ajarannya yg menjelaskan untuk mengerti dan memahami apa yg org lain rasakan atau sedang alami, kita bisa paham bahwa apa yg orang lain katakan mungkin tidak benar dan hanya merupakan bentuk luapan kekesalannya yg akhirnya meledak dan kita ada disana.
