Meraih Kepuasan.
Puas adalah hal yg mahal sekaligus hal yg paling murah, berbahaya sekaligus paling aman.
Puas merupakan buah dari pengorbanan.
Kelas kenikmatannya setara dengan tingkat kesulitan, kelangkahan, waktu yg lama atau waktu yg sempit.
Mungkin puas menjadi hal yg selalu dirindukan namun akan menghilang bila terus diterima.
Kepuasan menjadi hal yang paling dicari2 setiap manusia, pun menjadi hal yg berlangsung sementara.
Setiap jiwa pun memiliki kamusnya sendiri untuk menjelaskan contoh kepuasan menurut mereka.
Meminum air dingin saat siang hari yg begitu panas, mampu mengejar kereta sebelum ia melaju, memberikan orang yg kita cintai sesuatu yg mereka damba2kan, memukul habis2an seseorang yg menjengkelkan, mengoleksi barang tertentu, mendapatkan penghargaan, menang dalam suatu permainan, mendapatkan potongan rambut yg sesuai keinginan, menang undian, berhasil menjalankan sebuah perusahaan, sukses membuat suatu event atau sekedar berhasil bernafas di ruang terbuka setelah berjam2 berada di ruangan tertutup.
Intinya, orang yg mengerti dengan kepuasan mengerti, bahwa puas bukan sekedar perasaan.
Namun sebuah moment yg terkadang bisa diciptakan.
Harus mampu menghargai setiap kesulitan, karena setelahnya kepuasan akan menjadi kenikmatan yg kemudian akan kita tinggalkan untuk dicari lagi.
Dalam dunia kita, kepuasan pun diperjualbelikan.
Mereka lupa, kepuasan bisa direkayasa.
Kita bisa mengatur sedemikian rupa agar kepuasan menjadi langka dan org rela mengeluarkan uang untuknya.
Misalnya anda membuat sebuah pertandingan olahraga lalu menjual minuman dingin. Misal di jerman banyak klub malam dan minuman keras, sedangkan di indonesia terdapat banyak masjid. Namun pertanyaannya apakah anda mencari uang? ataukah anda seseorang yang puas memuaskan orang lain. Pokoknya, sepuas apa anda saat meraihnya.
Kepuasan adalah hal yg berasal dari hati nurani, ia tidak bisa kita paksakan bahkan kita minta.
Dia datang dengan sendirinya saat ia merasa tepat.
Dia adalah misteri bagi dirinya.
Bahkan menurutku kepuasan adalah hal yg bisa ditentukan untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat.
Karenanya kepuasan setiap pribadi pun tidak boleh kita paksakan, karena kepuasan adalah masalah serius untuk setiap jiwa.
Bila ia tidak dapat diraih, maka seseorang akan hancur berkeping2 bahkan lebih kecil dari serpihan elektron.
Mengejek seseorang yg puas dengan sepiring nasi sama seperti mengejek seseorang yang lega keluar penjara. Karena Berbicara tentang puas, berbicara tentang rasa.
