Ngomong Masalah Takdir
Sering banget otak bodoh nan soktau ini penasaran akan takdir Allah dan berakhir menyalah-nyalahkan.
Pertanyan yg kerap muncul adalah sebagai berikut :
- Bila semuanya sudah ditentukan mengapa kita harus berusaha ?
- Bila Allah itu Maha Penyang mengapa ada neraka ?
- Bila Allah Maha Mengetahui akhir dari segala hal, mengapa kita atau sebagian orang dibiarkan menderita ?
Begitulah kira-kita pertanyaannya. Dalam Islam menerima dan mempercayai takdir baik dan buruk merupakan rukun iman ke-6. Dimana level kewajibannya sangat tinggi untuk diimani.
Nah sekarang untuk menjawab pertanyaan2 di atas, erat kaitannya dengan mengenal nama2 Allah.
Pertama2 hal yg harus dilakukan adalah berdoa meminta taufik dan hidayah agar diberikan pemahaman masalah takdir. Ini serius.
Kedua2 kita harus berprasangka baik kepada Allah.
Ketiga2 kita harus mau berpikir dan terus jujur kepada diri sendiri.
Jawabannya dari penjelasan yg saya dengarkan dari beberapa orang yg ahli di bidangnya adalah sebagai berikut :
- Kita harus memahami, bahwa Allah adalah zat yg maha penyayang. Anda paham kata sayang ? sayang seorang ibu kepada anaknya ? banyak cerita yg menginspirasi yg berisikan kasih sayang ibu. Nah setelah memahami rasa sayang ini, kita harus menyadari bahwa “rasa sayang” ini ada yg menciptakan. Dan pencipta itu yg paling paham mengenai ini. Ya betul, Allah yg Maha Penyayang tidak mungkin tidak lebih menyayangi hamba-Nya dibanding kasih seorang ibu kepada anaknya.
- Saat berpikir ingin menyalahkan Allah atas suatu hal yg sudah terjadi, kita harus memahami analogi berikut: Saat kita ingin keluar kota dan menitipkan kunci rumah kita kepada anak kecil berumur 3 tahun, pasti akan timbul kekhawatiran yg luar biasa karena takut bahwa si anak akan melakukan hal2 yg membahayakan keamanan rumah, mulai dari menyalakan kompor dan membakar habis rumah ataupun membiarkan perampok untuk masuk dan mengambil semua barang didalamnya. Tentu anda lebih memilih untuk menitipkan kunci rumah kepada orang dewasa bahkan bila memungkinkan seorang polisi dan tentara. Karena mereka memang ahlinya soal kemanan. Hati anda pun bisa menjadi lebih tentram saat meninggalkan rumah. Karena anda percaya betul dan paham betul dengan kemampuan polisi atau tentara tersebut. Sudah paham ? sekarang anggap rumah itu adalah takdir anda, dan takdir anda sudah diatur oleh Allah. Tahu Allah siapa ? silahkan baca 99 Asmaul Husna. Dia Maha Penyayang , Maha Pengasih, Maha Pemberi Rezeki, Maha Suci dan seterusnya. Setelah mengetahui nama2nya, apakah anda masih ragu dengan takdir anda ?
- Takdir baik okelah, takdir buruk ? Jadi begini, Hidup di dunia adalah ujian semata untuk menguji mana hamba-Nya yg baik dan yg tidak. Kita memiliki kehendak bebas. Namun Allah dengan keluasan ilmunya tau kita akan memilih yg baik atau yg buruk. Ibaratnya seperti guru yg mengajar dalam suatu kelas. Dia tahu mana murid yg rajin dan akan mendapatkan nilai bagus dan mana murid yg malas dan akan mendapatkan nilai yg buruk. Namun semuanya terserah anda, anda bisa memilih untuk belajar dan pada akhirnya mendapatkan nilai yg bagus. Tapi dalam masalah takdir tenang saja, Allah yg memiliki nama2 yang baik pasti akan terus memberikan yg terbaik. Karena sejatinya takdir dari sudut pandang kita akan ketahuan setelah takdir itu terjadi. Jangan lupa untuk terus berusaha semampu mungkin, sisanya serahkan kepada pemilik nama2 Baik. Sudah berusaha namun hasilnya buruk ? Jangan kecewa, terus yakini bahwa keputusan-Nya adalah yg terbaik. Ibaratnya seperti memotong jari yg terinfeksi agar bakteri tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Memotong jari itu buruk namun demi kebaikan dan keselamatan yg lebih baik. Ingat, Dia Maha Mengetahui sedangkan anda tidak. Dan ini juga merupakan ujian-Nya.
- Setelah memahami poin2 di atas, kita bisa menjawab mengapa neraka diciptakan. Neraka adalah tempat kembali yg paling buruk dan sangat kejam. Tentunya Yang Maha Penyayang tidak mungkin menempatkan siapapun di dalamnya. Namun ingat, Allah juga Maha Adil dan Maha Kuasa. Dia juga Yang Maha Bijaksana. Semua keputusan-Nya memiliki Hikmah.
Ibnu Qayyim ; Andaikan engkau mengetahui bagaimana Allah mengatur hidupmu, pasti hatimu akan meleleh karena cintamu kepada-Nya.
Kesimpulan : Setelah mengetahui takdir ini diatur oleh-Nya , mengapa masih ragu ? nikmati yang halal tinggalkan yang haram. Rezekimu sudah diatur. Tetap berprasangka baik kepada-Nya. Takdir kita di surga atau neraka belum kita ketahui, namun kita tahu bahwa kita punya kesempatan untuk terus berusaha sekuat tenaga sampai maut tiba dan takdir pun terungkap. Tapi ingat, yg menentukan surga neraka nya kita nanti adalah zat Yang Maha Penyayang, zat yg menciptakan semua ibu2 yg kita kenal , yang sifat penyayangnya luar biasa.
*Catatan : Pemikiran ini saya dapatkan setelah mendengarkan ceramah ust. Oemar Mita , ust. Abdullah Taslim, ust. Rizal Yukiar Putrananda Lc. ( Klik nama-nya untuk link kajian)
Mohon maaf bila ada kesalahan dalam ringkasan saya. Untuk amannya silahkan cek lagi kajian beliau2. Mohon masukannya bila terdapat kesalahan dan kekurangan lainnya. Yang baik datangnya dari Allah, yg salah merupakan kesalahan saya sendiri. Semoga berkah dan bermanfaat. Selamat menjalani kehidupan.
