Ocehan Tentang Kebahagiaan (2)
Kita bisa bahagia kapanpun. Perspektif akan semua hal bisa dilihat dari sisi baiknya. Dan kaupun akan menjadi manusia paling bahagia. Tapi jika hendak mendengar semua persepsi , kesedihan akan menjadi garis akhirnya. Bahkan orang yang terlihat lengkap dengan seluruh kepemilikannya, sering salah mengartikan kebahagiaan.
Terlepas beragama atau engga, berduit atau engga, berkeluarga atau tidak, jelek atau ganteng, kurus atau gendut. Semuanya bisa bahagia bisa engga.
Yang nentuin tebak siapa ? lu sendiri. lu bisa jd org paling baik tp merasa jahat dan menjadi org paling jahat tapi merasa baik. Jadi sudut pandang yg benar yg mana? semua pendapat itu bener. Gaada yg salah. Kecuali saat lo nentuin apa yg menjadi batasan2 lo. Apa itu aturan budaya atau apapun itu.
