mencintai rintih hujan mereka jatuh dengan dada yang begitu lapang, menampung keluhan langit. hujatan di pertontonkan langit, aku sadar langit merindukan bumi.

Kemudian hujan jatuh dari sama’a yang terjatuh atas keluh langit. hampir memindahkan ku setelah malam berniat menanti di garis khatulistiwa lain.

Aku mencintai pagi saat camar menerawang indah mengangkasa. Pagi serupa pacuan kuda yang selalu terlampau dalam celah yang cepat.

Pagi hampir meyudahi ku. Aku di delapan malam.Aku mencintai malam ketika bayang mu terlihat segar dengan pilihan warna hitam.

Malam adalah perayaan aku rutin berada di sana merayakan kesenangan ku, segelas kopi hitam pekat sebagai perekat ku dan malam. Kemudian aku mencintai mu tak seperti hujan, malam dan pagi.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.