Ketika torehan-torehan cahaya menembus gumpalan awan.

Seketika arah Mana saja. Langit pagi menyayat awan-awan hitam.

Pagi tega melucuti malam, membuatnya terlihat binal di hadapan pejalan.

Satu persatu kancing jubah hitam malam terbuka. Pagi sangatlah bringas bahkan bejat.

Di antara jendela, kursi dan kamar tidur ku aku memelas mencaci pagi.

Menghujani pagi dengan kata bernada Kotor.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.