— Mebaca Zaman — 
Eps. 2

Perebutan kekuasaan bukanlah cerita baru. Suku jurhum adalah suku arab asli dari yaman yg melakukan perjalanan keluar yaman karena pada saat itu bendungan di yaman jebol. Hijjaz(mekkah) bukanlah tujuan tinggal mereka, tetapi suku inilah yg menepati mekkah bersama-sama dgn Hajar ra. dan Ismail as.

Peribahasa rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau telah membuat suku khuza'ah keluar dari yaman mendatangi mekkah dgn tujuan merebut kekuasaan suku jurhum pada saat itu. Dan sejak saat itu suku khuza'ah lah yg menguasai mekkah.Tidak terima akan kekalahannya beberapa org suku jurhum pun akhirnya menimbun mata air zam2 dan keluar dari mekkah sehingga tidak ada yg tau dimana letak mata air zam2 tersebut.

Abdul muthalib(syaibah), yg merupakan keturunan dari Fihir(quraisy) mendapatkan mimpi yg memerintahkan dia utk menggali sesuatu yg baik, utk menggali sesuatu yg akan bermanfaat, utk menggali sesuatu yg terjamin, utk menggali zam2.

Tetapi dia tidak tahu apa itu zam2 karena pada saat itu zam2 telah tertimbun kurang lebih 500thn lamanya. Setelah dipaparkan letak zam2 dia pun bangun dan mengajak anak satu2nya(harits) utk membantunya menyibukan orang2 quraisy agar tidak mengganggunya sedang menggali. tak lama kemudian abdul muthalib menyentuh pinggiran sumur zam2 lalu berteriak "Allahu akbar !".

Air adalah hal yg sangat dicari di mekkah pada saat itu, oleh karena itulah abdul muthalib diangkat menjadi orang yg sangat dipandang di mekkah.Ia merasa ketika ia menggali zam2 dia tidak memiliki cukup bantuan karena hanya memiliki satu anak lalu dia pun berazam akan menyembelih salah satu anak laki2 nya jika dia dikaruniai 10 anak laki2. Lalu hal itu pun terjadi dia pun dikarunai 10 anak laki2, yg 4 diantara nya hidup dizaman kenabian Rasulullah SAW, yaitu Abbas, Hamzah, Abu thalib dan Abu lahab. abdul muthalib pun harus menyembelih salah satu anak laki2nya. dan ketika diundi keluar lah nama Abdullah, yg merupakan anak kesayangan nya dan hal itu terjadi berkali-kali. Lalu dia pun bingung dan akhirnya memutuskan utk mendatangi seseorang yg mampu menengahi permasalahan ini dan diputuskan utk mengundi abdullah dgn 10 ekor unta dan setiap keluar nama abdullah ditambhakanlah 10 ekor lg.Sampai pada akhirnya keluar lah nama unta yg diundi dan diputuskan utk menyembelih 100 ekor unta sebagaj ganti dari penyembelihan Abdullah. Kisah inilah yg menjadi penjelasan berkenaan dgn

HR Al-Hakim dalam Al-Manaqib : "Aku adalah keturunan dari dua orang bapak yg hampir disembelih" .

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.