— Membaca Zaman — 
Eps. 3

50 hari setelah peristiwa penghancuran abrahah bersama pasukan gajahnya atau tepatnya pada tanggal 12 rabiul awal lahirlah seorang anak laki2 dari bani hasyim, anak laki2 yg sejak lahirnya sudah tidak memiliki ayah, anak laki2 inilah yg nanti nya akan menjadi suri tauladan ummat sampai akhir zaman, anak laki2 inilah Rasulullah Muhammad SAW.

Masyarakat mekkah pada masa itu memahami jika mereka memiliki bayi maka mereka akan menitipkan bayi mereka kepada suku arab baduy yg tinggal diluar mekkah selama 2 tahun. Dengan maksud salah satunya agar anak2 mereka mampu memahami bahasa arab fushah(bahasa arab yg murni) dan mampu bercakap dengan tutur kata yg baik.

Predikat yatim yg dimiliki Rasulullah SAW membuat masyarakat suku arab baduy, yg datang ke mekkah utk mencari anak yg akan mereka asuh kelak, khawatir untuk memilih Muhammad SAW sebagai anak asuh mereka, karena mereka beranggapan bahwa keluarga Muhammad SAW tidak mampu membayar karena tidak memiliki ayah.

Halimah sa’diyah dari bani sa’ad adalah salah satu yg ikut dalam rombongan arab baduy ini. Dia datang ke mekkah bersama suaminya Harits menggunakan keledai yg kurus. Ketika rombongan atab baduy ini bermaksud pulang dari mekkah akhirnya halimah pun memutuskan utk mengambil Muhammad SAW dan saat mereka pulang keledai yg tadinya lemah itu pun menjadi kuat dan sampai2 halimah pun tiba lebih dahulu dibanding dengan rombongannya.

Sejak saat itu kehidupan halimah dan keluarganya selalu lah beruntung dan diberkahi, sampai2 masyarakat arab baduy yg lain berkata “dimanapun halimah menggembalakan hewan nya maka bawa gembalaan kalian disana agar ikut berkahnya”. Setelah masa asuh 2 tahun telah usai halimah dan suaminya pun meminta kepada aminah(ibunda Rasulullah SAW) agar mereka diizinkan mengasuh Rasulullah SAW sampai usia beliau 6 tahun.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.