Koaran Trotoar dan Sang Pemerhatinya
Muhammad Farhan Nahduddin — 15417111
.
Matahari yang terik menemani observasi kami di wilayah Pasteur-Flyover Pasupati mengenai prasarana jalan kami bermimpi….
Berjalan menikmati suasana kota dengan nyaman di atas trotoar yang rapih dan cantik dipandang mata. Duduk cantik dan mengobrol bertukar pandangan mengenai isu hangat terkini atau tayangan bola semalam. Trotoar kotaku indah,nyaman, dan aman. Tapi, berbeda dengan trotoar Pasteur yang kami lihat….
Yang kami lihat

Trotoar yang tidak rata dan berlubang di beberapa bagian
Riuh teriakan pedagang kaki lima diatas trotoar
Kendaraan bermotor yang terparkir di atasnya
Muka toko yang melebihi batas

Dan konyolnya sign hotel yang ditanam diatas trotoar
Masih banyak lagi yang lainnya yang membuat kami harus turun naik trotoar
Membuat kami harus berkompetisi dengan kendaraan bermotor yang saling salip di jalan
Tak sekali dua kali saya harus mendapatkan senggolan spion motor di lengan.
.
Kondisi di atas menjelaskan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki pada trotoar di wilayah tersebut terabaikan belum lagi realita bagi penyandang disabilitas yang tidak dapat menggunakan trotoar di wilayah tersebut dan harus berkompetisi bersama kendaraan di jalan aspal. Padahal Pasteur merupakan salah satu gerbang masuknya wisatawan ke kota Bandung.
Professor dan konsepnya
Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi semua masyarakat harus ada perencana yang merencanakan dengan baik dan menimbang segala aspek yang akan terkena dampak perencanaan. Hal ini dipikirkan oleh Prof. Mohamad Danisworo seorang arsitek dan urban planner yang meraih gelar doctor of philosophy dari Urban Environmental Planning, University of Washington, Seattle, USA (1984). Prof. Danis merupakan salah satu urban planner yang mementingkan aspek kenyamanan dan dampaknya pada lingkungan sekitar menurutnya urban planning haruslah berbagi dan menjaga jiwa dari kota. Mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan menghasilkan rencana yang dapat diterima oleh masyarakat.
Kepentingan pejalan kaki merupakan suatu hal besar dalam konsep yang beliau kemukakan.
keharmonisan antara sektor formal dan informal dalam perencanaan kota termasuk trotoar harus diciptakan. Keseimbangan antara sektor formal dan informal di atas trotoar akan menciptakan trotoar yang nyaman lagi aman bagi seluruh elemen masyarakat. Pedagang yang tertata, trotoar yang aman bagi penyandang difabel, dan pepohonan yang tumbuh meneduhi trotoar serta elemen lain yang berfungsi dan saling mendukung untuk terciptanya trotoar yang aman dan nyaman bagi penggunanya. Selain itu keseimbangan sektor formal dan informal menciptakan kota yang partisipatif dan tercipta konektivitas.
lebih dari setengah abad beliau berkarya, Prof. Danis tidak hanya sekedar membuat konsep di atas Beliau turut serta dalam memperjuangkan jalur pejalan kaki Jl. Thamrin. Beliau juga merencanakan kawasan kota tua pada tahun 2013, Membuat Master Plan Jakarta Garden City pada tahun 2013, Merencanakan kawasan pariwisata maluku utara pada tahun 2016. dan turut andil dalam perencanaan kawasan Pembangunan Terpadu Kuningan Persada. Kontribusinya untuk bangsa dan negara masih banyak lagi.
Selayang pandang professor

Sumber foto :https://www.indesignlive.sg/articles/indesign-indonesias-latest-luminary
Prof. Mohammad Danisworo lahir di Semarang, 2 April 1938. Beliau mendapatkan gelar sarjananya di ITB jurusan Arsitektur. Gelar lainnya yang ia raih adalah Special Program in Urban Studies, University of Kentucky, USA (1966), Master of Architecture, major in Urban Design, University of California, Berkeley, Amerika (1968), Master of Urban Planning, with Certificate in Urban Design, University of Washington, Seattle, USA (1982).Dan mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari Urban Environmental Planning, University of Washington, Seattle, USA (1984).
Sumber :
Editor. 2014. Mohammad Danisworo. https://www.indesignlive.co.id/articles/mohammad-danisworo. (diakses 2 September 2018).
Fauzian, Rizkie. 2016. Mohammad Danisworo, Mengenal Sang Urban Planner. https://economy.okezone.com/read/2016/02/08/470/1307252/mohammad-danisworo-mengenal-sang-urban-planner. (diakses 2 September 2018).
Prasetyoadi, Tiyok, dkk. 2015. Global Cities in a Local Context: The Case of Indonesia’s Urban
Development. CTBUH Research Paper.