BELUM ADA JUDUL

Muhammad Ghifari
Feb 23, 2017 · 10 min read

BERCERITA SEBELUM BERCERITA KE TOPIK SEBENERNYA

Tahun 2016, adalah tahun yang paling terindah dari tahun-tahun sebelumnya dan juga tahun tersedih dari tahun-tahun sebelumnya. Gua bahagia pada tahun 2016 karena gua telah menyelesaikan sistem wajib belajar yang dianut oleh Pemerintah Indonesia selama 12 tahun, ya, selama 12 tahun gua bergulat dengan bangku sekolahan. Gua udah merasakan Asam, Asin, dan Manis-nya duduk dibangku sekolah, dan memang bener kata mereka yang telah merasakan lebih dulu bangku SMA, masa terindah dibangku sekolah adalah SMA. Tapi masa terpaitnya sekolah juga ada di bangku sekolah SMA.

Gua akui bahwasanya masa SMA adalah masa-masa yang terindah selama sekolah, disana gua mengenal banyak macam sifat seseorang. Gua bisa mengenal arti kehidupan sesungguhnya, karenya, setalah kami anak kelas 12 lulus dari sekolah, disitulah gerbang kehidupan dibuka dan baru akan dimulai kehidupan sesungguhnya. Mengenal atau mengetahui lebih luas arti kehidupan, mencari jati diri sebagai lelaki jantan, dan merasakan apa arti dari jatuh cinta. JATUH CINTA anak SMA paling apaan sih, kalau ga pulang bareng sekolah ya beranagkat bareng sekolah, dan CINTANYA ANAK SMA biasa dikenal dengan sebutan CINTA MONYET (HAHAHA). Dan yang paling terpenting di masa SMA, gua bisa mengenal juga hidup sebenernya itu kejam, kalau tidak pandai-pandai bawa diri, bisa hancur masa depan.

Gua adalah tipe orang yang mudah bergaul dan mudah dalam mencari topik pembicaraan, dan gua juga orang yang mudah tersinggung dan bahkan suka membuat orang tersinggung juga. Gua bukan orang yang suka milih-milih dalam pertemanan, bagi gua, baik mereka mampu atau tidak mampunya dalam sebuah materi, kalau mereka baik ke gua, gua juga akan baik ke mereka. Bahkan seorang penjahatpun selagi bisa mereka menghargai gua, gua juga akan menghargai mereka. Karena gua yakin, mereka menjadi jahat bukan karena kemauan mereka tapi karena mereka terpaksa, entah karena lingkungan atau dari didikan orang tuanya. Tapi yang paling terpenting bagi gua adalah teman itu yang bisa membawa kita menjadi lebih baik dan bisa mengerti keadaan temannya.

Gua juga bukan termasuk orang yang bisa menerima pendapat seseorang begitu saja.

NGETRIP YANG TIDAK SESUAI HARAPAN

11-Februari-2017, pada hari Sabtu pukul 05:00 pagi seorang pemuda terbangun dari mimpi indahnya. Tepat pada hari itu, pemuda tersebut sudah membuat jadwal pergi dengan temannya ke salah satu negara terkecil di dunia “Reppublica Di San Marino”, di mana negara tersebut memiliki ketinggian 749 m diatas permukaan laut dengan luas memiliki 61.2 km2. Negara tersebut adalah negara tertua yang menganut sistem pemerintahan konstitusional yang dibentuk pada 3 September 301 oleh Santo Marinus. Seorang pemuda tersebut adalah diri gua sendiri…

Sehari sebelumnya gua telah bertandang juga ke sebuah Flat teman gua yang berasal dari Jakarta dan sedang melanjutkan kuliah S2 nya di Italia, UNIBO-RIMINI mengambil Ilmu Konsentrasi Toursim Economics and Management.

Gua melakukan perjalanan dari Forli-Rimini untuk sekedar bersilaturahmi dengan teman-teman seperjuangan dari Indonesia yang sedang menempuh pendidikannya di Rimini. Seperti biasa, gua berangkat dari Forli ke Rimini selalu menggunakan kereta, menurut gua jarak antara Forli-Rimini tidak jauh berbeda seperti jarak antara Jakarta-Bogor, harga tiket keretanya pun 14x lipat (4,75 Euro, 1 Euro @15.000) dari harga tiket Jakarta-Bogor (Rp 5.000,00). Kalau membicarakan kenyamanan sangat jauh berbeda, jadi ya menurut gua oke lah dengan harga segitu, dan bagi orang sini sudah sangat murah atau bisa disebut harga yang sangat standar.

Gua terbangun dari tidur dan jam masih menunjukan angka pukul 05:00, dan matahari masih terjaga dalam tidurnya sampai pukul 06:45. Izin keluar jalan dulu dengan orang yang di rumah, karena, gua disini tinggal dengan keluarga, jadi, kemana gua pergi harus izin dengan orang rumah.

Jarak antara Rumah dengan Stasiun dikatakan jauh tidak, dikatakan dekat juga tidak, berarti gua sebutnya apa ya?? Intinya aja, gua dari rumah ke stasiun membutuhkan bus, karena dari rumah ke stasiun jaraknya “agak-agak”. Biaya atau ongkos bus sekali perjalanan tergantung berapa lama durasi yang kalian beli, semakin lama masa durasinya semakin mahal juga.

Ini salah satu contoh sebuah kartu bis yng sehari-hari gua gunakan.

Harga sebuah tiket bus itu tergantung durasi ;
Untuk yang durasinya :

  1. 60 menit (1,50 euro)
  2. 75 menit (2,10 Euro)
  3. 90 menit (2,90 Euro)
  4. 105 menit (3,70 Euro)
  5. 135 menit (4,50 Euro)
  6. 150 menit (5,10 Euro)
  7. 165 menit (5,70 Euro)
  8. 1 Minggu (20 Euro)
  9. 1 Tahun (150 Euro), kalau yang tahunan ini tergantung profesinya, jadi karena gua disini sekolah dan statusya student, mereka memberikan gua diskon dengan harga 150 Euro dalam setahun, dan harus membayar 5 Euro untuk biaya pembuatan kartunya.

Lain pula tiket kereta dan bus, kalau kita menggunakan kereta, baik kereta apapun itu jenisnya, semakin jauh penggunaannya semakin mahal pula harga tiketnya.

Ini contoh tiket kereta api milik gua. (FORLI-RIMINI)

Harga tiket kereta juga memiliki standar yang harus dibayarkan oleh pengguna kereta, semakin jauh berarti semakin mahal yang harus dibayarkan oleh pengguna kereta. Selama gua menggunakan kereta di sini, mereka selalu tepat waktu dalam keberangkatannya, dan fasilitas di dalam kereta cukup dikatakan layak dengan harga yang harus dibayarkan oleh penggunanya.

Tiket kereta api juga memberikan diskon untuk seorang student, tetapi ya itu walaupun student juga mendapatkan diskon kereta api, tetapi jarak penggunaanya tetap digunakan, beda dengan bus.

Stasiun Rimini tampak depan pada Musim Dingin

30 menit dengan kereta waktu yang dibutuhkan dari Forli menuju Rimini…. Sesampainya di Rimini gua langsung meluncur ke TKP (Flat teman gua).

Gua ngetrip ini sebenernya mendadak cuman sehari diomongin besoknya langsung jalan, tapi sangat disayangkan, ngetrip tempo itu tidak sesuai harapan, dikarenakan langit-langit San Marino menangis begitu kencang sehingga terjadilah kumpulan kabut disekelilinginya..

Dari Rimini ke San Marino gua menggunakan Bus dan harus mengeluarkan duit sebesar 5 Euro untuk sekali perjalanan (BERAT RASA, EFEK STUDENT HAHA) dengan durasi 35 menit lamanya. Dengan 5 Euro, gua sudah bisa merasakan ketenangan yang sangat amat mendalam. dan mata, jiwa ini dapat merasakan keindahan di negara kecil tersebut. Terima kasih ya Allah engkau sudah memberikanku nikmat yang begitu indah..

Dipusat perbelanjaan

Konon di San Marino harga barang Brand seperti LV, Guess, Gucci dan macam-macam lain merk mahal yang sejujurnya untuk saat ini gua belum mampu membelinya dan semoga suatu saat nanti gua bisa membeli salah satu barang dari merk tersebut.. Ya, barang-barang seperti itu lebih murah harganya, dikarenakan di San Marino barang tersebut tidak dikenakan TAX. Jadi untuk kalian yang memiliki niat untuk membeli sebuah barang Brand, mugkin di San Marino bisa dijadikan referensi tempat belanja kalian, terutama untuk kalian para kaum hawa….. HAHAHAHA

Disebuah tempat bersejarah di San Marino

Disetiap bulan Juli untuk selama seminggu penuh, disebuah tempat sejarah inilah selalu menghadirkan tradisi-tradisi masa lalu yang selalu ditampilkan untuk menjaga kelestariaanya. Diantaranya terdapat seorang pemain drum dan terompet ala-ala kerejaan zaman dahulu, dan duel diantara Ksatria dengan lawannya, dan atraksi lainnya untuk meningkatkan daya tarik wisatawan asing maupun lokal untuk bertandang ke San Marino.

Reppublica Di San Marino adalah salah satu dari 5 negara terkecil di dunia ke 3. Negara tersebut diapit oleh gunung-gunung, dan disekelilingnya langsung berbatasan dengan Italia, dan menjadi salah satu negara yang tidak memiliki laut. Negara ini berdiri kokoh diatas penggunungan dengan ketinggian 748 m diatas permukaan laut dan San Marino tidak memiliki tanah yang datar, 100% diatas pegunungan.

San Marino adalah negara yang menganut Republik dengan sistem konstitusional, San Marino adalah negara tertua di dunia yang menggunakan sistem konstitusional sejak 3 September 301 oleh Santo Marinus. San Marino hanya memiliki 33.191 penduduk (Sumber:Wikipedia), bahasa yang mereka pakai sehari-hari adalah bahasa Italia, dan walau San Marino tidak termasuk anggota dari UNI EUROPA, namun Euro tetap dijadikan mata uang mereka.

Perjalanan gua di San Marino hanya berlangsung sekitar 3 jam lamanya, karena kabutlah jadi faktor penyebab kami memutuskan pulang lebih cepat dari rencana, ya, tidak ada view untuk mengambil foto yang indah, dan pemandangan disekitar San Marino dari ketinggian 749 meter diatas permukaan lautpun tidak bisa dirasakan lama oleh kami. Tapi gua bahagia dan senang bisa melihat, bisa mengunjungi salah satu negara terkecil di dunia. Dari ketiga tower yang dimiliki San Marino, hanya 1 tower saja yang bisa terlihat jelas oleh mata kepala gua sendiri. Karena 2 tower lainnya terhalangi oleh kabut yang sangat tebal sejak malam….

Dibelakang ini adalahTower Pertama

NGETRIP YANG MEMUASKAN JIWA

Seminggu setelah gua ngetrip yang tidak memuaskan, kali ini gua ngetrip dengan perasaan yang sangat senang dihati. Kali ini gua berangkat dari Forli ke Bergamo salah satu Provinsi di Italia yang berdekatan dengan Milan dan Verona.

Dimulai dari tempat tidur.. Seperti biasa, kalau gua sudah ada janji dengan seseorang disaat Sabtu pagi, disitulah waktu yang bisa membangunkan jiwa ini dari tempat tidurnya. Faktor dingin, badan ini terasa berat untuk dibangunkan dari tempat tidurnya walaupun sudah bangun dari tidur. Ya, rutinitas gua bangun seperti biasa bangun jam 5 pagi dan mengurungkan diri selama 1 jam dibalik selimut yang tebal… Gua berangkat dari rumah jam 9 tepat, ya karena saking tepatnya dan memiliki kebiasaan dari zaman penjajahan, kita berangkat pukul 10 pagi! (HAHAHAHA)

Mungkin pada zaman penjajahan jadwal janji itu ibarat harga yang sangat murah dan mungkin juga mereka (Para penjajah) menganggap waktu itu seperti mainanan… Dan kami sebagai pejuang satu detik waktu yang dimiliki sangat bermanfaat.

Ya, kami melakukan perjalan sedikit mengulur waktu satu jam dengan alasan yang sangat klasik, MANDI! Mandi adalah salah satu kegiatan wajib yang tidak diwajibkan ketika musim dingin sedang berlangsung, coba kalian fikir, musim dingin itu sudah membuat hati dan dompet kita membeku, juga menghilangkan rasa semangat mandi yang sudah tertanam di diri gua selama 18 tahun lamanya.. Dan semangat itu hilang begitu saja…

Gua kali ini pergi ke Bergamo dengan keluarga.. Jadi untuk masalah biaya yang dikeluarkan gua kurang tau berapa tepatnya, tapi tante-om gua bilang biaya yang dikeluarkan hampir 550 Euro untuk 2 hari perjalanan dan 5 orang. Apa yang gua rasakan? KAGET! Kenapa? Coba kalian bayangkan, uang segitu dipakai untuk liburan di Indonesia, sudah bisa dipakai untuk satu minggu lebih untuk sekedar liburan di Bali-Lombok. WEW! Ya dengan biaya yang begitu banyak tapi untuk mereka dan gua tidak begitu disesalkan karena kami bisa melihat betapa indahnya ciptaan Allah yang telah Ia ciptakan untuk kami hamba-Nya.

Perjalanan kami memakan waktu selama 4 jam setengah untuk bisa sampai ke tempat tujuan, dari Forli kami melewati beberapa kota besar, salah satunya Bologna, Padova, dan Verona.

Salah satu panorama yang gua ambil di Bergamo.

Sesampainya di Bergamo kami langsung bergegas menuju hotel untuk makan siang, meletakan barang-barang bawaan, dan beristirahat sejenak.

Ada beberapa kejadian menarik dan bisa membuat hati gua kegirangan. Pelayanan hotel yang ramah dan service yang mereka berikan untuk kami sangatlah memuaskan. Orang-orang Italia sendiri terkenal sangat ramah dan selalu menebarkan senyum saat bertemu, bahkan orang yang kita tidak kenal sekalipun jika kita melihat mereka, mereka selalu memberikan senyum atau memberikan salam yaitu CIAO!.

Salah satu pegawai hotel memberikan kami jamuan makan dengan sangat ramah, dan mereka menanyakan “Bagaimana cara pengucapan Buon Appettito di dalam Bahasa Indonesia?” Untuk gua, orang Indonesia yang baru anget-angetnya tinggal 6 bulan di negara orang, dan mendapatkan perlakuan segitu ramahnya sudah sangat membuat gua girang, Indonesia sangat dihargai, dan gua akan menjaga nama baik dan mempertahankan rasa NASIONALISME gua terhadap Indonesia!

Kartu Ucapan Selamat Datang

Makan siang kami selesai, dan mereka mengantarkan kami menuju kamar untuk melihat dan meletakan barang-barang. Betapa kaget kami ketika melihat kartu ucapan yang mereka tulis dalam bahasa Indonesia, gua rasa mereka nulisnya dengan hati. Mereka sangat antusias dengan kedatagan turis-turis asing, dan berusaha memberikan pelayanan yang sangat memuaskan. Gua? Ya gua seneng aja, respect mereka dengan turis yang datang ke hotel tersebut untuk sekedar istirahat.

Beginilah keindahan Danau yang dimiliki oleh Bergamo

Danau yang indah dikelilingi gunung-gunung dan tebing-tebing tinggi, dan di danau tersebut ada sebuah pulau yang berpenghuni. Jadi bisa dikatakan Ada Pulau Di Dalam Danau… Mata gua melihat keindahan alam yang telah Allah ciptakan untuk kami dan kami harus merawat alam yang telah Allah berikan.

Dan sampailah pada sebuah tempat yang membuat kami berhenti disana, melihat betapa indahnya ciptaan Allah, melihat Bangau dan Angsa berenang asik mencari makan.

“Saya telah melihat beberapa ciptaan Allah diberbagai tempat yang sangat indah yang telah diciptakan-Nya untuk kami hamba-Nya. Saya juga telah melihat bangunan tua yang telah berdiri megah gagah diatas tanah Allah sejak ribuan tahun lalu. Dan saya dengan saudara-saudara saya telah dihipnotis oleh keindahan alam yang ia miliki. Mata saya memandang, jiwa saya merasakan Air yang begitu tenang, Angin yang berhembus, dan Pemandangan yang sangat natural. Terima kasih Ya Allah atas nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku saat ini, saya sangat bersyukur, dan nikmat-Mu mana lagi yang aku dustakan? Saya berdo’a semoga kelak nanti keturunanku atau penerus generasi selanjutnya dapat melihat keindahan Alam yang telah Engkau buat, dan mampu menjaga alam ini”

Begitulah sebuah pujian dan harapan yang gua fikir kala itu…

Semoga cerita ini dapat membuat rasa tanggung jawab terhadap alam dan bersyukur atas nikmat Allah yang telah Ia berikan kepada kalian. Bumi Allah itu sangatlah luas, dan rezeki Allah itu ada di mana-mana, patut-lah kita untuk bersyukur kepada-Nya…

Dan gua Muhammad Aulia Ghifari, anak pertama dari 4 bersaudara, yang sedang merasakan panas dan dinginnya bangku perkuliahan. Berharap semoga kalian selalu dalam lindungan Allah S.W.T dan untuk kalian yang sedang menempuh pendidikan kuliahnya di LN, semoga dapat menjaga rasa NASIONALISME dan dapat menjaga nama baik INDONESIA. Dan untuk kalian yang sudah lulus kuliahnya di LN, cepat pulang, Ibu Pertiwi sudah menanti kalian PENERUS BANGSA. Bergunalah kami pemuda-pemudi INDONESIA untuk BANGSA dan NEGARA. Kamilah penerus BANGSA

Forli, 23 Februari 2017

Muhammad Aulia Ghifari

    21 Agustus

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade