hananto_hanif
Sep 8, 2018 · 1 min read
Darkness

Selamat Malam, Serigala

Ufuk mentari membawamu datang

Kembali menyinari dedaunan lapuk yang merambahi hatiku

Kini kau menyisir lekuk-lekuk tanaman

Dan aku terpekur, mengagumi keindahanmu

Jangan kau kira aku tak ada

Meskipun aku tak pernah muncul

Dalam sudut-sudut matamu yang terlampau dalam

Dalam lorong telingamu yang menembus dimensi

Aku memang tak terlihat, namun aku terpekur

Berdiam diri saja, meresapi hutan belantaramu

Meski aku harus melompat dari jendela

Lalu menyusuri jejalanan yang gelap nan pekat

Meski aku tau bahwa aku awam dengan hutanmu

Namun aku tak takut bila harus tak memegang obor

Aku telah bersiap diri walau harus mati

Diterkam serigala yang tak pernah diinjak ekornya

Aku terus saja menyisiri, hingga pelupuk jiwa berlinang air

Terus melabrak pohon, meski hatiku mulai roboh

Aku tetap berjalan, meski harus terseok perkara kena duri

Hingga aku terdiam lagi, diterkam serigala malam

Surabaya, ketika hening isya menjemput

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade