Look, It’s beach!

Selamat Pagi, Lautan!

hananto_hanif
Sep 8, 2018 · 2 min read

Pagi ini aku kembali dalam ruangan ini, ruang yang penuh buku. Dan aku tetap saja tak muram, bosan, mengeluh, namun aku mensyukurinya. Aku suka berada di tempat ini, tempat daku berteduh hati. Selain di Masjid, tempat ini juga kurindu. Selain di asrama, yaitu tempatku beristirahat dari berbagai kesibukan dunia yang tak henti merubungi diri, lalu terbangun lagi sebelum datang sang pembawa kunci.

Sepatu lekas kukenakan, langsung melangkah menerobos keramaian orang. Mereka hanya mengawasi aku, wajar saja, mereka sedang ingin pergi ke lapangan, menghibur hati dengan bersundul-sundulan bola. Sedangkan aku, malah melaju ke lantai tiga, lalu masuk ke perpustakaan. Tak apa, memang orang punya keinginan masing-masing, punya tendensi, emosi, hobi, privasi, serta nafsu hewani yang berbeda-beda, tak sama.

Aku datang untuk menimba ilmu, meski tak sedikit orang yang lelah tuk meresapnya. Aku tak punya alasan, apalagi tujuan. Aku adalah manusia abnormal, yang tak tahu tujuan, apalagi mimpi-mimpi yang terbang menjulang. Mimpi meradang hingga menerobos kebiruan langit yang tak mampu digapai, hingga materialisme benar-benar merasuk dalam relung hati terdalam, hingga si pengidap tak mampu menyadari keberadaannya, dan melupakannya begitu saja.

Baiklah, kini kupantau bahwa yang datang hanya segelintir orang. Sedang yang lain sedang mesra dengan kasur dan bantal bermaget daya tinggi, ungkap salah satu orang. Tak apa, sepi pun tidak akan mendatangkan badai. Hanya saja, kabut kegelapan mulai menyelinap lantas menyelimuti hati tanpa sepengetahuan orang-orang dalam perpustakaan. Sampai tiba-tiba salah satu orang menggebrak meja di hadapanku, tepat di hadapanku. Itu engkau, iya engkau, tak lain adalah dirimu.

Lalu engkau pun berkata dalam kegelapan hati yang menggulita,

“Tidak apa-apa, kita memang tidak mau memaksa mereka belajar, biar mereka yang datang sendiri. Toh ini juga hari perayaan, waktunya bersenang-senang (dengan buku) bukan saling memaksakan.”

Memang ilmu tak hendak mendatangi manusia, namun manusialah yang harus mendatangi ilmu, harus sowan.

Perpustakaan, 8 September 2018

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade