Izinkan Aku Untuk Menjadi Jalan Hidayahmu

Seberes sholat maghrib berjamaah di sebuah masjid. Jemaah dengan khusyuknya memanjatkan segala hajatnya kepada Allaah sang Maha Kuasa. Berdzikir untuk mengingat Allaah atas segala nikmat yang Allaah telah berikan kepada hambanya. Selang beberapa menit setelah sholat, maka seperti biasa kebiasaan di Masjid ini adalah adanya tausiyah ringan setelah sholat.

Singkat cerita seorang ustadz memberikan tausiyah singkat yang intinya "Dakwah itu gak usah over acting, karena yang ngasih hidayah itu hanya Allaah bukan kita. Kita cuma bisa menyampaikan​ mana yang benar dan mana yang salah. Jadi gak usah kita overacting dalam berdakwah".

Dalam hati "Ma syaa Allaah, singkat tapi ngena banget emang".

Sampai saat ini perkataan itu layaknya seperti membekas dan menyadarkanku atas apa yang telah terjadi pada peristiwa di sekitarku.

Ya itu,

Dakwah itu sulit, tidak ada dakwah yang mudah. Rasulullaah ﷺ saja dalam mendakwahi kalimat tauhid saja mengalami rintangan yang luar biasa. Sampai mengorbankan dirinya, hartanya dan yang lainnya. Mestipun banyak terpaan dari sana sini tetapi Rasulullaah tetap kuat dan bertahan untuk senantiasa mendawamkan dakwah Tauhid dan menyapa orang-orang akan indahnya islam.

Tetapi apa yang telah kita lakukan untuk berdakwah, ya itu hanya ikhtiar. Sedangkan hasilnya kita harus tawakal. Itu semua urusan Allaah.

Kita hanya menyampaikan,
Hidayah Allaah yang berikan, 
Hati dapat menerima kebenaran jika Allaah telah membukakan.

Rasanya ingin sekali menjadi jalan hidayah. Bersama-sama dalam jalan yang Allaah ridhoi, menyerukan kebaikan dan saling mengingatkan jika ada kesalahan.

Rasanya ingin sekali menjadi jalan hidayah, meraup pahala yang melimpah, menjadi investasi yang tidak akan pernah berhenti hingga mati.

Tetapi takut sekali jika diri ini menjadi jalan maksiat, menyeru pada keburukan. Bersama-sama​ menjauhkan diri dari semua yang Allaah perintahkan. Terlihat indah memang, tetapi itu hanyalah fatamorgana belaka. Yang dimana akan menjerumuskan kita ke dalam api neraka.

Wallahulmusta'an