Secercah Harapan, di dalam gelapnya kesia-siaan
Tak tertahankan,
Jari jemari ini tiada hentinya berinteraksi dengan layar ponsel yang berukuran 5 inci.
Ibaratkan teman sejati, ponsel ini selalu menemani dari pagi hingga mata ini terlarut pergi kedalam indahnya dunia mimpi.
Lalu saat terbangun, hal pertama kali yang disentuh adalah dia lagi (ponsel).
Jika kita menghitung, berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk berdua dan tak terpisahkan dengan ponsel ini.
Mungkin banyak juga waktu yang telah tersia-siakan.
Belum lagi hal-hal didalamnya, yang bisa membawa kita terlarut dalam lautan kesia-siaan.
Nampak berbeda dengan kondisi Al-Qur'an yang di pojok sana itu. Berdebu... menandakan jarangnya diri ini menyentuh permukaannya, apalagi membacanya.
Jika dihitung-hitung kedua tangan ini lebih banyak memegang erat hangatnya ponsel dibandingkan dengan memegang sejuknya Al-Qur'an maupun kitab para ulama.
Sadar diri ini terlalu dalam menyelam kepada gelapnya kesia-siaan.
Mestipun begitu, tetap di dalam hati ini tersimpan harapan..
agar kelak ponsel ini dapat menjadi saksi, bahwa diri ini pernah menyebarkan manfaat dan faidah berguna yang mungkin bisa menjadi wasilah seseorang mendapatkan hidayah.
#NoteToMySelf
#EdisiCurhatHijri
#TetepShareYangManfaat
#BolehRecehAsalBermanfaat
#PanjatPahala
#JanganKeseringanMainHape
#PuasaMainHapeChallenge
