Sosial Media : Investasi pahalamu atau malah jadi tabungan dosamu
"Ya Ampun ini Postnya gue banget"
"iiihhh baper deh bacanya, like like ah!"
"Ampun kamu makin cantik deh ya pake itu!"
"Omg.. beneran nih ada naga ditemuin di persawahan. Ah gilak! Mesti share lah!, Everyone should be know"
Ya itulah sosial media. Di Masa Millenialis seperti ini, sosial media layaknya menjadi primadona. Fungsinya menjadi sangat vital dalam menunjang mobilitas setiap insan yang 'Melek Teknologi'.
Terbukti memang, efektivitasnya dapat dirasakan sendiri oleh kita. Yang asalnya ngajak ketemuan itu kalo dulu harus langsung ke rumahnya dan teriak teriak "Hijrii Main yukk!!!", Sekarang tinggal gulir sana gulir sini, beberapa sentuhan jari, klik kontak, chat "P" "P" "P" "Kuy lah, meet!" Yang terkadang juga hanya menjadi sebuah wacana belaka. Atau mungkin yang mager buat sekedar membeli makan ataupun mengantarkan barang, sekarang sudah tersedia layanan jasanya. Tinggal book, order apa yang kita mau. Alhasil kita hanya perlu duduk manis sambil nyeruput kopi menunggu pesanan yang kita inginkan datang.
Tetapi ya itu, terkadang High Techology dan Smartphone terkadang tidak digunakan sebagaimana mestinya. Penggunaannya yang over dan tidak arif, menimbulkan beberapa kemudharatan. Salah satunya dalam hal bersosial media. Inilah ulah dari segelintir pihak yang gak tau dan gak mau tau bagaimana menggunakan sosial media secara "Kind and right".
Banyaknya kabar Hoax bertebaran, layaknya sudah menjadi hal biasa untuk dikonsumsi. Dan sedihnya tidak sedikit juga orang yang percaya akan hal itu. Belum lagi Lontaran "Hate Speech" dan Nada SARA terkadang merisihkan seisi jagat dunia maya.
Tentulah sebagai manusia yang terlahir sempurna kita harus beradab dalam bersosial media. Tidak hanya apa yang kita sebarkan saja yang harus di jaga, tetapi perhatikan juga apa yang kita Publish, apa yang kita Upload dan apa saja yang kita tuliskan apakah telah beradab dan beretika.
Ketika kita main asal sebar berita, maka pikirkan terlebih dahulu kevalidan dari berita yang kita sebarkan.
Budaya verifikasi haruslah digalakkan, agar pengunaan sosial media ini bisa lebih terarah dan terjaga.
Sama halnya jika kita menebar fitnah dan kebencian di sosial media, maka dengan teknologi, apa yang kita publish akan semakin cepat tersebar, mungkin bisa jadi dari Sabang sampai Merauke atau mungkin bisa saja sudah sampai ke luar Indonesia.
Maka itu akan senantiasa mengalir dan tidak luput dari pencatatan malaikat, dan dituliskan sebagai amalan yang buruk. Belum lagi jika di share ulang oleh orang lain, maka kita akan bertanggungjawab atas apa yang kita publish. Jika 1 orang, 2 orang atau sampai 100 orang yang share bagaimana? "Itu semua dosa kita yang tanggung".
Berbeda jika kita mempublish sesuatu yang bermanfaat, berdakwah menggunakan sosial media, menebar kebaikan, mempublish "inilho yang haq dan ini yang bathil" Maka tak segan Malaikat akan mencatatnya sebagai amalan yang baik dan menjadi pemberat timbangan agar bisa memasuki surga-Nya. Jika ada 1 orang yang share, maka kitapun akan mendapatkan aliran pahala dari 1 orang yang share tersebut, bagaimana jika 2 orang, 3 orang atau bahkan 100 orang yang share? "Tentulah kita akan mendapatkan limpahan pahalanya". Lumayan bukan untuk bekal nanti?!
Maka ini semua adalah pilihan, memilih di hari akhir nanti apakah kita ingin mendapatkan 'Sijjin' atau 'Illiyyin'?
Tentulah pada saat itu orang-orang yang durhaka dan mendustakan akan mendapatkan 'Sijjin' dengan disertai keadaan celaka!
Berbeda dengan orang-orang yang mendapat 'Illiyyin', yaitu orang-orang berbakti, yang disediakan tempatnya di surga penuh kenikmatan serta disaksikan oleh para malaikat-malaikat yang didekatkan kepada Allaah.
Semoga kita semua mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, serta bisa menjadikan sosial media ini sebagai salah satu investasi pahala bagi bekal akhirat kelak.
Wallāhu Ta'āla A'lam bish Shawwab
Bandung, 15 Syawwal 1438 H
***
NB : Postingan sebelumnya di Hapus "Yuk Kajian" karena di dalamnya mencatut mengenai penelitian Dr. Masharu Emoto, yang ternyata dalam dunia Ilmu pengetahuan masih menjadi hal yang kontroversial, jadi baiknya abaikan saja. Hmm.. nah ini, kalo kiranya saya menyampaikan yang keliru tolong beri tahu. Media sosial berat euy pertanggungjawabannya. Hatur nuhun.
NB : Sijjin dan Illiyyin merupakan Kitab yang berisi catatan amal manusia
_______________
Referensi :
• QS. Al-Muthafifin
• Kajian Adab dan Hukum yang berkaitan dengan sosial media - Ustadz Nuzul Dzikri, Lc.
