Gadis Kolam Renang
Hari itu matahari sudah sepenggalan naik namun di kolam renang itu matahari tidak terlalu terasa; cahaya matahari terhalangi pohon-pohon di sekitar kolam.
Sesaat setelah sampai di kolam itu seorang gadis berambut panjang telah berada di dalam kolam renang. Senyumnya teduh dan tatapan matanya menusuk. Sesekali ia melempar pandangan dan selalu saja mampu kutangkap. (Dua pasang mata kami bertatapan dari jarak selemparan batu).
Saya menunggu waktu yang tepat untuk menyapa dan bertanya (takut-takut kalau saya ternyata pernah ketemu dengan iya sebelumnya dan saya akan dianggap terlalu sombong karena tidak menyapa).
Saat jarak kami semakin dekat saya berkata: “Miss, kita pernah ketemu sebelumnya ya?” kataku memulai perbincangan( kalau tidak ingin mengatakan mengakhiri sesuatu secara tolol).
“Tidak,” jawabnya singkat sambil terus berenang dan perbincangan pun selesai.
Setelah pulang, temanku dengan jengkel berkata bahwa saya memulai perbicangan dengan pemilihan kata-kata yg salah; seharusnya mengajukan pertanyaan basa-basi terlebih dahulu. Saya menggaruk kepala yang tidak gatal dan menyadari bahwa saya kurang terbiasa memulai perbincangan dengan gadis.
Tiba-tiba saya mengingat gadis yang tidak pernah saya tahu namanya itu dan lantas saya beri saja nama gadis kolam. Ini efek karena saya sedang membaca novel Gadis Jeruk karya Jostein G. 😂😂😂
Selamat bermalam Minggu. Selamat malam gadis kolam.