Industri 4.0 untuk Indonesia
Istilah Industri 4.0 saat ini sering terdengar di pembicaraan, artikel, dan diskusi baik secara daring maupun luring. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan Industri 4.0?
Definisi Industri 4.0
Istilah industri 4.0 mengacu pada pengembangan lebih lanjut proses manajemen pada suatu rantai nilai yang terdapat pada industri. Konsep ini digunakan secara luas dimana beberapa pelaku industri juga menggunakan istilah Internet of Things untuk menggantikan kata industri 4.0. Industri 4.0 berbasis pada Cyber-Physical System, dimana menggabungkan antara fisik dengan virtual.

Industri 4.0 melakukan otomasi pekerjaan dengan menggabungkan teknologi-teknologi yang telah ada dengan teknologi digital yang mencakup big data, autonomous robot, Industrial IoT, Keamanan jaringan, Cloud computing, dan Augmented reality. Seluruh teknologi tersebut memungkinkan industri memiliki interoperabilitas dan desentralisasi pengambilan keputusan. [2]
SWOT Analysis pada Industri 4.0
Dengan adanya Industri 4.0 tentunya menyimpan kelebihan, kekurangan, peluang, dan ancaman yang ditimbulkan bagi industri.
Kelebihan
Kelebihan yang dimiliki oleh Industri 4.0 dapat timbul dari kemajuan teknologi digital yang digunakan oleh industri. Teknologi seperti data analytics dapat membantu industri dalam pembuatan keputusan strategis yang relevan dengan kondisi yang ada saat ini dan perkiraan (forecast) terhadap kondisi yang ada di masa depan dengan memanfaatkan estimasi kondisi dengan berbagai variabel yang ada. Seluruh data tersebut dapat diintegrasikan untuk menghasilkan solusi yang dapat diimplementasikan.
Selain itu, dalam kendali kualitas Industri 4.0 memungkinkan kendali yang tidak terbatas pada ruang karena adanya teknologi berupa Internet of Things.
Kekurangan
Dengan segala kelebihan yang ada pada otomasi industri pada Industri 4.0, terdapat juga kekurangan yang dapat timbul pada implementasi Industri 4.0. Secara aspek ekonomi, adanya Industri 4.0 menyebabkan banyak pekerja dapat tergantikan oleh mesin yang terotomasi, sehingga meningkatkan pengangguran. Dari segi sosial, dengan semakin meningkatnya pengangguran, dapat juga meningkatkan tingkat kriminalitas yang ada. Adapun pada aspek keamanan jaringan, Industri 4.0 memiliki kelemahan pada adanya celah-celah dalam komunikasi antar mesin yang dapat mengakibatkan terjadinya peretasan sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
Peluang
Peluang yang dimiliki oleh Industri 4.0 untuk berkembang di Indonesia adalah semakin tingginya kebutuhan integrasi data-data yang dimiliki oleh perusahaan. Kebutuhan ini disebabkan oleh kebutuhan bisnis yang saat ini sudah tidak dapat dipenuhi hanya oleh salah satu bagian saja. Kebutuhan-kebutuhan tersebut, perlu untuk diselesaikan secara multi-disiplin dengan melibatkan banyak sumber data. Dengan adanya kebutuhan tersebut, perusahaan tentunya membutuhkan implementasi Industri 4.0.
Ancaman
Selain adanya peluang ancaman yang dimiliki oleh Industri 4.0 juga beragam. Dengan kondisi Indonesia sebagai negara berkembang, maka ketersediaan internet saat ini di Indonesia masih belum mencakup seluruh wilayah Indonesia. Adapun saat ini, baru 75% wilayah di Indonesia yang dapat mengakses internet. Hal ini menjadi ancaman bagi Indonesia dalam upaya mengimplementasikan Industri 4.0. Selain itu, kecepatan akses yang masih dibawah rata-rata kecepatan di negara-negara Asia Tenggara juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan Industri 4.0 di Indonesia dari sisi infrastruktur dan teknologi pendukung.
Dari segi Sumber Daya Manusia, pengembangan Industri 4.0 menitikberatkan kemampuan pada bidang Teknologi Informasi. Apabila Sumber Daya Manusia tidak dapat melakukan operasi pada Teknologi Informasi, maka teknologi yang diterapkan menjadi tidak efektif. Permasalahan utama terkait SDM yang ada di Indonesia adalah kurangnya SDM terdidik yang dapat mengembangkan Teknologi Informasi Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kurangnya persentase pendidikan masyarakat Indonesia.
Ancaman lainnya yang muncul adalah penolakan pekerja-pekerja dari sektor yang terdampak.
Implementasi Industri 4.0 di Indonesia
Implementasi Industri 4.0 di Indonesia tentunya merupakan hal yang kompleks dan membutuhkan implementasi dalam waktu yang tidak singkat. Apabila suatu industri akan melakukan implementasi, terdapat faktor-faktor yang harus dipersiapkan, yaitu sebagai berikut.
- Kesiapan bisnis organisasi.
Kesiapan ini dapat dilihat dari sumber daya dan kemampuan manusia yang dimiliki organisasi. - Kesiapan infrastruktur teknologi.
Kesiapan ini dapat dilihat dari ketersediaan dan kemampuan perangkat-perangkat keras pendukung implementasi Industri 4.0, misalnya kemampuan perangkat keras grafik untuk merender gambar, kemampuan infrastruktur jaringan untuk mendukung ketersambungan, dan kemampuan komputasi untuk mengolah data secara cepat. - Pelaksanaan Industrialisasi.
Yang dimaksud disini adalah antara lain cara pelaksanaan industrialisasi, seperti misalnya tahapan dari dari implementasi, jenis industri yang diunggulkan, pola pembangunan sektor industri, dan insentif yang diberikan, termasuk insentif kepada investor. - Kebijakan Strategi Pemerintah.
Pola industrialisasi di Indonesia yang menerapkan kebijakan subtitusi impor dan kebijakan perdagangan luar negeri yang protektif berbeda dengan di negara lain yang menerapkan kebijakan promosi ekspor dalam mendukung industri. - Kesiapan SDM.
Kesiapan ini dapat dilihat dari ketersediaan sumber daya manusia pada Indonesia yang terkait dengan kemampuannya dalam melakukan perancangan solusi dan pengetahuan terkait dengan Teknologi Informasi.
Apabila faktor-faktor tersebut terpenuhi, teknologi-teknologi digital pendukung Industri 4.0 dapat diimplementasikan. Menurut sudut pandang penulis, yang perlu diprioritaskan adalah pengadaan infrastruktur Teknologi Informasi dalam rangka meningkatkan aksesibilitas masyarakat kepada Teknologi Informasi.
Selain itu, perlu adanya analisis data sehingga dapat dilakukan analisis data dalam jumlah besar sehingga dapat meningkatkan kemudahan dalam pengambilan keputusan bisnis.
Alasan Mengapa Industri 4.0 Penting Untuk Indonesia
Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, implementasi Industri 4.0 di Indonesia memiliki kelemahan yaitu memerlukan banyak biaya dan waktu dalam implementasinya. Adapun alasan mengapa Industri 4.0 perlu untuk diimplementasikan adalah sebagai berikut.
Sebuah sistem Industri 4.0 dapat diimplementasikan apabila dapat mencakup hal-hal berikut.
- Interoperabilitas — mesin, perangkat, sensor, dan manusia yang saling berkomunikasi satu sama lain.
- Transparansi informasi — sistem-sistem mampu membuat salinan dunia fisik kepada virtual melalui data sensor untuk aktualisasi informasi.
- Bimbingan teknis —kemampuan sistem untuk mendukung manusia dalam membuat keputusan, penyelesaian masalah, dan kemampuan membantu manusia dalam tugas yang tidak dapat dikerjakan manusia.
- Pembuatan keputusan terdesentralisasi — kemampuan Cyber-Physical System untuk membuat keputusan sederhana secara terpisah dan menjadi otonomi semaksimal mungkin. [3]
Namun berdasarkan definisi tersebut, apabila implementasi Industri 4.0 di Indonesia mengalami kegagalan, maka dapat menyebabkan ketinggalan kemajuan industri. Indonesia akan semakin sulit bersaing, jika kompetitor sudah menerapkan industri 4.0 sedangkan kita belum. Ini dapat menghambat tujuan besar pemerintah untuk menjadi sepuluh besar kekuatan ekonomi pada 2030.
Dari sudut pandang perusahaan, kunci mencapai transformasi digital bagi pelaku manufaktur ada dua: pemahaman tentang value dari teknologi baru dan kesiapan mengadopsi/mengimplementasi teknologi baru tersebut. Karakteristik ini didapatkan dari sebuah studi pada perusahaan-perusahaan yang memimpin industri global.
Presiden Joko Widodo telah meluncurkan roadmap Indonesia untuk menghadapi Industri 4.0 pada 4 April 2018 lalu. Roadmap itu diberi nama “Making Indonesia 4.0”. Terdapat sejumlah langkah yang dijelaskan pada roadmap tersebut. Pada roadmap itu dibahas pula langkah mana yang diprioritaskan.

Aspek yang perlu disiapkan dalam mempersiapkan sumber daya manusia adalah membuat program pendidikan dan pelatihan vokasi bagi masyarakat. Tujuannya agar dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, menyesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini.
Aspek lainnya yang perlu untuk dipersiapkan adalah audit teknologi informasi. Dengan adanya hal tersebut, diharapkan akan didapatkan gambaran terkait kondisi saat ini dan tahapan yang perlu untuk disiapkan.
Penutup
Industri 4.0 menjadi peluang sekaligus ancaman bagi kelangsungan ekonomi di Indonesia. Untuk mempersiapkan Indonesia menuju era Industri 4.0 diperlukan Sumber Daya Manusia yang menguasai Teknologi Informasi yang diperlukan.
Muhammad Faisal Aziz
18215044
Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Referensi
[2] https://www.bcg.com/capabilities/operations/embracing-industry-4.0-rediscovering-growth.aspx
[5] https://psekp.ugm.ac.id/2018/04/10/revolusi-industri-4-0/
