Apa Benar Kita Sempat Saling Memiliki?

Jauh yang dekat. Dekat yang jauh.

Betapa beberapa hal selalu terasa begitu berbeda. Seperti kita yang sama-sama tak ingin terikat dalam satu komitmen, namun tetap tak ingin kehilangan satu sama lain. Kehilangan apalagi yang bisa kita bicarakan saat ini? Ketakutan apalagi yang mesti kita lawan?

Seharusnya memang kita tak mesti melawan apapun, biarkan sama-sama kita menerima dalam diam. Sebab kata terkadang bisa menusukmu dengan maknanya yang lain.

Tiba-tiba saja aku mengingat nasihatmu, Ibu, “Saat bersedih dan kehilangan, ingatlah memori baik yang kau punya bersamanya.”

Haruskah kembali kita bersedih selepas kehilangan? Apakah kita benar-benar sempat memiliki satu sama lain?

Aku kehabisan kata dan masih saja aku belum sempat memelukmu.

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.