Akip Syamsudin : Planologi adalah makanan saya
Munazilah Rohiyal Ma’ani
15417116
Akip syamsudin lahir di Cirebon, 05 Mei 1955, merupakan salah satu putra dari Bapak H.Syamsudin dan Ibu Hj. Daryamah. Beliau juga adalah adik kandung dari kakek saya, yang bernama Mursyid(Alm). Beliau lahir di Desa Panguragan lor blok 3 (AMPRA) Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat — Indonesia.
Beliau adalah orang yang sangat penurut, rajin membantu kedua orang tuanya, dan dikenal ramah oleh orang-orang.
Semasa kecilnya beliau menempuh pendidikan di SD Negeri 2 Panguaragan pada tahun 1965, selama menempuh pendidiksan sekolah dasar beliau sangat rajin membantu kedua orang tuanya mencari rerumputan untuk pakan hewan ternak orang tuanya, beliau tidak melupakan identitasnya sebagai seorang pelajar sehingga ketika sedang mencabit rerumputan beliau tidak lupa membawa salah satu buku untuk beliau baca. Setelah lulus dari sekolah dasar, beliau melanjutkan pendidikannya ke jenjang menengah pertama, di SMP Negeri 1 Arjawinangun pada tahun 1971, lalu melanjutkannya lagi ke STM Negeri Cirebon pada tahun 1974. Setelah lulus dari pendidikan menengah Atas beliau masuk ke Akademik Teknik Pekerjaan Umum (ATPU) Cirebon pada tahun 1978. Beliau merasa pendidikan yang beliau tempuh sangat membebankan kedua orangtuanya apalagi masalah pembiayaan, karena beliau berasal dari keluarga yang biasa, maka tak ragu disamping mnempuh pendidikan di ATPU beliau juga bekerja di PDAM Cirebon, di bagian instalasi pipa selama 2 tahun. Setelah lulus dari pendidikan ATPU beliau memutuskan untuk merantau keluar kota, beliau memilih ke kota Tangerang. Karena dirasa kota Tangerang sangat berpeluang untuk mendapatkan pekerjaan dan karena pada tahun 1980 an di Tanngerang telah berkembang perindustrian, akibatnya banyak pendatang baru merantau di situ.
Untuk mempermudah dan menjamin karirnya beliau mendaftarkn diri untuk masuk PNS BAPPEDA Tangerang, dari situ beliau dipekerjakan di bagian Staf Perencanaan Kota pada tahun 1982. Sehubungan dengan itu bupati Tangerang di pimpin oleh Bapak Jakaria Mahmud yang juga berasal dari Cirebon, pada masanya kota Tangerang terbagi menjadi dua bagian yaitu Kodya dan Kabupaten Tangerang. Bupati Tangerang Bapak Jakaria sangat mengenal sosok Akip Syamsudin, berawal dari situ, kemudian olehnya Akip Syamsudin dinaikkan jabatannya menjadi Kasie Perencanaan Pembangunan PU denan alasan bahwa Akip sangat berpotensi untuk membantu membangun Kota Tangerang pada masa itu. Lalu beliau di pindah tempatkan ke PEMDA Tangerang sebagai Kasie perencanaan pembangunan PU.
Akip Syamsudin yang berlatar belakang seorang teknisi mesin, tetapi beliau bekerja di bagian perencanaan dan pembangunan kota, merupakan hal yang tidak mudah baginya. Tidak ada pengalaman dan gambaran mengenai keilmuan pekerjaan yan ia pegang, untuk menhindari kebodohan dari seluruh kliennya maka beliau memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di STTPU Cirebon dengan mengamil jurusan Teknik Arsitektur untuk memhami keilmuannya, kemudian beliau lulus dari STTPU dengan menyandang gelar “Insinyur.” Setelah lulus dari pendidikannya beliau kerja keras untuk memberikan hasil yang terbaik, sehingga segala pekerjaan yang dulunya dirasa cukup sulit menjadi mudah untuk dikerjakan. Banyak orang yang percaya dan kagum padanya, beliau sangat cukup di hormati oleh hampir diseluruh kalangan pemerintah daerah kota Tangerang. Beberapa tahun kemudian beliau diangkat menjadi Kepala Bagian Perencanaan PEMDA PU. Bermula dari sini lah peran beliau sangat dibutuhkan dalam dunia perencanaan dan pembangunan khususnya di daerah Tangerang. Bermula dari itu juga beliau mengerti tentang keilmuan tata kota meskipun hanya sedikit, beliau banyak belajar ilmu planologi dari orang-orang besar ITB sebagai klien beliau, sehingga beliau tahu sedikit apa dan bagaimana esensi planoloi itu sendiri, karena dirasa beliau membutuhkan keilmuan tata kota (planologi) yang lebih dalam maka beliau memutuskan untuk melanjutkan pendidikan lagi di Institut Teknologi Bandung dengan mengambil jurusan Planologi S2, setelahnya beliau lulus dari ITB dan mendapat gelat Magister Teknik. Beliau diangkat lagi jabatannnya menjadi Kepala Perizinan di Lingkungan Kompleks Pemda Kota Tangerang, dan diangkat lagi menjadi Kadis Perizinan di Kompleks Pemda Kabupaten Tangerang, beliau memegang 66 bidang perizinan satu pintu terpadu di Kota Tangerang. Yang artinya segala hal yang menyangkut perencanaan dan pembangunan yang berada di kota tersebut harus ada izin dari. Disinilah ilmu perencanaan wilayah dan kota yang beliau dapatkan benar-benar terpakai dan juga beliau mampu menerapkannya dengan mengkolaborasikan ilmu arsitektur yang beliau dapatkan dulu. Beliau pernah mengatakan pada saya bahwa “Planologi itu Makanan saya”. Beliau adalah salah satu orang yang memberikan saran kepada saya untuk mengambil Planologi jika kuliah. Beliau sangat menginspirasi saya untuk terus menggeluti ilmu planologi.
Salah satu karya yang pada masanya sangat hangat menjadi perbincangan masyarakat adalah merencanakan dan mengawasi pembangunan Jalan Lingkar Utara dari Balaraja sampai Sepatan dan Lingkar Selatan Banten, dan masih banyak lagi.
Beliau menjabat di birokrasi pemerintahan dari tahun 2000 an hingga sekarang. Akip Syamsudin pension di tahun 2015, namun beliau oleh Bupati Tangerang masih dibutuhkan hingga sekarang beliau menjadi Direktur BUMD Kabupaten Tangerang. Jasanya untuk membangun kota Tangerang begitu besar, hingga sekarang beliau menetap di daerah kelapa gading serpong, Tangerang-Banten.
Daftar Pustaka :
Rulianto Sjahputra, (2012), sejarah tangrang. Tersedia : http://neglasaritangerang.blogspot.com/2012/11/sejarah-tangerang.html
Aas arbi, (2017), Kawasan jalan lingkar utara cileon untuk industry padat karya. Tersedia : https://www.radarbanten.co.id/kawasan-jalan-lingkar-utara-cilegon-untuk-industri-padat-karya/
Kabar berita banten,(2018), jalan lingkar selatan kota cilegon makin dilirik. Tersedia : https://www.kabar-banten.com/jalan-lingkar-selatan-kota-cilegon-makin-dilirik/
