Penertiban Rongsok di Panguragan Masih menjadi Isu

Panguragan adalah salah satu desa dan kecamatan yang berada di kabupaten Cirebon. Desa panguragan dikenal oleh masyarakat dengan sebutan “desa rongsok.” Rongsok adalah barang bekas yang masih mempunyai nilai jual. Dikenal sebagai desa rongsok, karena di desa ini hampir semua masyarakatnya berprofesi sebagai pengusaha rongsokan. Namun menariknya hampir semua pengusaha rongsok ini tidak memperdulikan dampak di lingkungan sekitarnya (sangat mementingkan urusannya pribadinya).
Kebanyakan dari pengusaha rongsok di panguragan tidak menyediakan tempat khusus untuk mengolahya, kebanyakan dari mereka jug memanfaatkan halaman depan/belakang rumahnya untuk mengolah rongsok tersebut bahkan sampai sebagian badan jalan mereka jadikan tempat untuk timbunan rongsok-rongsok mereka. Hal inilah yang menjadi pengganggu lingkungan panguragan yang sangat buruk. Timbunan-timbunan rongsok menyebar di lingkungan perumahan dan sebagian badan jalan digunakan untuk timbunan rongsokannya. Pemandangan tersebut sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat panguragan.
Timbunan rongsok-rongsok ini membawa dampak yag buruk bagi lingkungan sekitar. Tidak hanya pemandangan lingkungan saja yang buruk melainkan kondisi bersihan dan kesehatan lingkungan disekitar mudah terancam. Apalagi jika musim hujan, ketika hujan turun air yang tercemar dengan barang rongsokan yang berkarat dan berbau busuk itu mengalir keseluruh desa di panguragan yang bisa menimbulkan potensi wabah penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD).
Oleh karena itu banyak masyakat panguragan yang merasa resah dengan keadaan ini, apalagi para pengusaha rongsokan itu tidak memperdulikan lingkungan disekitarnya. Akibatnya warga dan lingkungan sekitar yang terancam. Keresahan ini tidak dialami oleh masyarakat saja, begitu pula camat panguragan Syafrudin merasaka hal yang sama terkait masalah rongsok di desanya.
Camat panguragan Syafrudin mengatakan bahwa untuk masalah rongsok panguragan yang tidak tertib ini sebenarnya sudah ada solusinya, ia telah berkoordinasi dengan beberapa pengusaha rongsok di panguragan untuk memindahkan rongsok-rongsoknya yang masih ada di halaman depan/belakang rumah maupun yang di sebagian pinggir jalan itu dipindahkan dalam satu Gudang sewa diatas tanah yang tidak produktif. Solusinya ini banyak disetujui oleh kebanyakan dari pengusaha rongsok. “nanti pengusaha rongsok akan berjajar di kapling dengan sistem sewa. Sehingga sudah tidak ada lagi yang menyimpan rongsok di halaman depan/belakang rumah maupun disebagian badan jalan umum.” Ujar Syafrudin, camat panguragan.
Tujuan dari harapan camat panguragan tersebut adalah agar jalan maupun pemukiman warga menjadi bersih dan rapih. Namun harapan tersebut masih belum ditindak lanjuti oleh pemerintah pusat kabupaten Cirebon. Pemerintah pusat kabupaten Cirebon baru menyelesaikan masalah sampah yang berada di sepanjang jalan Panguragan — Klangenan yang mengganggu mobilisasi masyarakat yang dirasa cukup urgent, dan belum memutuskan untuk menindak lanjuti harapan dari camat panguragan. Pemerinntah pusat kabupaten Cirebon juga belum memberikan jawaban apapun terkait pengajuan camat panguragan untuk menertibkan rongsokan yang berada di pemukiman warga. Semua warga masyarakat sangat berharap ajuan dari camat panguragan itu segera terwujud agar lingkungan pemukiman panguragan menjadi rapih dan bersih. Namun harapan tersebut masih jadi wacana untuk menjadikan Desa Pangurgan tertib rongsok.
Sudah ada beberapa dari banyaknya pengusaha rongsok di panguragan itu telah berinisiasi sendiri membeli lahan jauh dari pemukiman untuk memindahkan barang rongsokannya dan dijadikannya sebagai tempat mengolah atau aktivitas bongkar - muat barang rongsokannya. Tetapi tetap saja masih banyak pengusaha rongsok yang tidak peduli dengan lingkungan yang berada di sekitarnya, sehingga sampai saat ini kondisi desa panguragan, pemukimannya masih bersatu dengan barang rongsokan yang memberikan banyak keuntungan bagi pengusaha rongsok itu sendiri.
Referensi :
Cecep, 2016. Tersedia : https://www.google.co.id/search?q=isu+permasalahan+di+panguragan&oq=isu+permasalahan+di+panguragan&aqs=chrome..69i57.20596j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8
Lilis Srihandayani,2017.Tersedia : https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/12/08/p0nhqn409-melihat-dari-dekat-kampung-rongsokan-di-cirebon
