Munib Hidayat
Nov 7 · 3 min read

Uang Elektronik dan Kemungkinan Masyarakat Tampa Uang Tunai

Revolusi taknologi akhir-alkhir ini sangat di gencarkan untuk terus memberikan kemudahan kepada para konsumen, semua sistem yang ada, baik dari pendidikan, perekonomian bahkan sampai ke sistem pemerintahan semuanya serba online, hal inilah yang menyebabkan uang elektronik semakin marak di kalangan masyarakat.

Dengan meningkatnya persaingan dari semua media pembeyaran online, penggunaan uang tunai hanya terbatas pada fraksi dari nilai total transaksi moneter sebagai edisi terbaru dari buku biru dan merah indikasi. Sebelum Euro (pada tahun 2000) uang tunai yang beredar hanya mencapai 1.9% dari PDB di Luksembrug (teremdah dalam serikat pekerja), 2,1% di Finlandia, 6% di Italia, 21,9% di Jerman dan 17% di Spanyol. Angka-angka ini menyiratkan bahwa sebagian besar nilai ekonomi ditransfer melalui media pembayaran lain, tetapi uang tunai masih tetap dominan di ritel. Di Belanda 70% dari semua pembayaran ritel pada tahun 2001 dilakukan secara tunai, meskipun ketersediaan dan kecanggihan instrument pembayaran elektronik tersedia, di Inggris itu angka yang sama adalah 74%.

Wakil Gubernur Bank of England Mervyn King pada tahun 1999 merenungkan kemungkinan hilangnya bank sentral. Pada saat yang sama beberapa ekonom membuatkan pengganti dari uang tunai ke uang elektronik dan kemungkinan masyarakat tampa uang tunai semakin besar. Reaksi semacamm itu mungkin tampak berlebihan hari ini, tetapi mereka memberikan kesan yang baik tentang hal itu dengan asumsi yang sangat luas tentang dominasi uang elektronik pada era melenial.

Grafik 1: Transaksi Per Tahun untuk Uang Elektronik.

Uang elektronik di Uni Eropa menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan meskipun velume transaksi yang relative rendah (lihat Grafik 1). Terutama di tahun 2002 peningkatan volume transaksi sangat besar. Meskipun demikian, melihat lebih dekat dalam data tidak memberikan ruang untuk berkembang. Sudah dari awal e-money tergantung pada dukungan dari negara.

Grafik 2: Transaksi Pembelian E-Money

Data dari berbagai negara di Eropa (Grafik 2) menunnjukkan bahwa dukungan seperti itu tidak cukup untuk uang elektronik menjadi alternatif nyata daeri uang tunai.

Ada kinerja yang mengesankan pada tahun 2002, ketika e-money menggandakan volume transaksinya. Pertumbuhan yang cepat terutama disebabkan oleh pengenalan Euro. Dalam masa transisi ini, konsumen yang tidak terbiasa dengan Euro yang baru diperkenalkan dengan uang tunai yang mempunyai alternatif tampa uang tunai tersedia, termasuk uang elektronik.

Lihat di masing-masing negara (table/grafik 2) menunjukkan bahwa ekspansi setelah tahun 2002 terhambat dan terkadang bahkan terbalik.

Austria, Prancis, Jerman memiliki kinerja yang stabil, tetapi tampa menunjukkan volume yang memuaskan. Selain itu beberapa skema kartu elektronik tertua sedang menuju pertikaian (Swedis, Denmark, Finlandia). Di dua negara, uang elektronik telah menunjukkan perubahan yang konsisten; Italia dab Belanda.

Grafik 3: Frekuensi Penggunaan, Semua Kartu (Transaksi Kartu Per-Bulan)

Sebagaimana grafik 3 menunjukkan uang elektronik berbasis kartu, dimana pun dicoba, tidak menyediakan pembayaran yang sepepuler uang. Fakta bahwa dengan pengecualian CashCard tidak ada yang berhasil mencapai tujuan yang sesuai.

Beberapa pekerjaan sudah mulai mengguanakan sistem online terutama dalam hal perekonomian, hal itu dapat memberikan kerangka teoritis dalam analisis daya tarik dari berbagai masyarakat untuk melakukan sistem pembayaran menggunakan uang elektronik. Uang elektronik di perkenalkan sebagai alternatif biaya yang efektif untuk melakukan pembayaran melalui internet.

Grafik 4: Jumlah Transaksi Per Jenis Instrumen Pembayaran di UE

Pada grafik 4, pembayaran kartu menunjukkan lintasan pertumbuhan yang konstan. Bagian dari peningkatan itu bisa saja dijelaskan sebagai pengganti cek dan sebagai harus dikaitkan dengan penggantian uang tunai. Tren ini tidak hanya di Eropa, Pembayaran kartu meningkatkan baik dalam volume maupun nilainya juga sebagian besar sebagian di dunia.

Total biaya rata-rata pada tahun 2002 untuk pembayaran tunia adalah € 0.30 (NL) dan € 0,53 (BEL), untuk kartu debit € 0,489 (NL) dan ),55 (BEL).

Dari beberapa data di atas sudah jelas bagaimana perkembangan E-Money hingga saat ini yang cukup berkembang luas, di Indonesia sendiri ada bebarapa media atau aplikasi yang menyediakan pembayaran online di antaranya; Ovo, Go-pay dan Go-food.

Referensi; Jurnal Internasional Uang elektronik dan Kemungkinan Masyarakat Tampa Uang Tunai.

    Munib Hidayat

    Written by

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade