Kemunduran Liga Primer Inggris

Credit: Omar Momani

Liga Primer Inggris menyisakan 8 pertandingan lagi. Bukan Chelsea , Arsenal maupun duo Manchester yang merupakan langganan juara yang menjadi pemuncak klasemen saat ini. Masih terlalu dini untuk mengatakan Leicester atau Tottenham Hotspur-lah yang akan merengkuh gelar liga paling prestisius di dataran Britania Mei mendatang. Tak sedikit juga yang kemudian berharap Leicester City tetap berada di puncak klasemen hingga akhir musim untuk menegaskan bahwa uang tak selamanya bisa berkuasa.

Melihat deretan tim di tabel klasemen saat ini , tidak ragu untuk mengatakan bahwa Liga Primer bukanlah liga terbaik di dunia . Pernyataan saya ini memang sangat kontradiktif dengan pernyataan dari media Inggris yang selalu mengagungkan liga mereka sendiri. Katanya kompetisi liga merekalah yang terbaik di dunia,dihuni pemain berkelas dan selalu mendapat nilai hak siar berkali lipat dibanding liga lainnya.

Tidak dapat dipungkiri, penikmat sepakbola selalu terkesima ketika menyaksikan tim Liga Primer bertanding setiap minggunya. Selalu ada jaminan tontonan berkualitas meski laga yang disajikan ‘hanya’ Watford vs Bournemouth. Suguhan permainan yang aktraktif disertai gaya permainan yang cepat dan taktis dari masing-masing tim serta stabilnya neraca keuangan kontestan Liga Primer semakin mempertegas bahwa Liga Primer merupakan liga terbaik di dunia(katanya). Liga yang menarik untuk dikomersialisasi. Hmmm..

Jangan pernah lupakan satu hal ini. Liga Primer juga rutin menghasilkan kesebelasan timnas Inggris yang selalu menjadi tim pelengkap di Piala Eropa maupun Piala Dunia. Tak peduli betapa timnas Inggris diisi oleh pemain-pemain berfilosofi sepakbola modern dalam level klub, jika bermain di timnas mereka seperti kembali ke identitas primitifnya. Iya..Kick & Rush ! Miskin kreatifitas. Salah satu misteri terbesar dalam sepakbola adalah mengapa Lampard dan Gerard tidak bisa bermain bersama. Ini adalah simbol payahnya timnas Inggris.

Liga Spanyol memang tidak sekompetitif Liga Inggris karna hanya tiga kesebelasan yang bersaing menjadi juara, sementara Liga Primer disebut kompetitif karna banyak kesebelasan yang berpotensi juara.Tapi yang perlu ditekankan, bukan berarti Liga Spanyol tak lebih baik dari Liga Primer. Justru Liga Spanyol berhasil melahirkan kesebelasan juara Eropa dan dunia dalam diri Barcelona yang bahkan (masih) sulit ditaklukkan.

Bisa melangkah sejauh mana perwakilan Liga Primer Inggris di Liga Champion? Syukur-syukur bisa lolos 16 besar Liga Champion. Juara Liga Primer musim lalu saja belum mampu membendung superioritas juara bertahan Liga Perancis. Sementara tim gudang peluru asal London untuk kesekian kalinya belum punya amunisi yang tangguh untuk menaklukkan juara Liga Spanyol musim lalu.

Credit: Omar Momani

Nasib berbeda dialami oleh duo Manchester. Manchester merah ‘sengaja’ untuk tidak lolos di liga yang suci dan agung ini karna merasa lebih pantas untuk bermain di liga yang lebih keramat. Mungkin si Setan Merah merasa lebih superior jika beraksi di malam Jumat. Entahlah..

Sementara Manchester biru untuk pertama kalinya dalam sejarah klub bisa lolos 16 besar UCL. Sesuatu yang harus diapresiasi karna harus rela dibantai Chelsea 5–1 di FA Cup gara-gara mengistirahatkan pemain inti demi pertandingan UCL melawan tim ‘sebesar’ Dynamo Kyiv. Selamat !

Kompetitifnya Liga Primer saat ini sebenarnya memang ambigu. Di satu sisi, Liga Primer sekali lagi membuktikan bahwa sulit bagi kesebelasan manapun untuk mendominasi Liga Primer layaknya Bayern Munchen di Jerman, Juventus di Italia, atau Paris Saint-Germain di Prancis. Tapi di sisi lain, dengan Leicester kini berada di puncak klasemen, bisa jadi ini adalah kemunduran bagi Liga Primer.

Keberadaan Leicester dan Tottenham di dua teratas klasemen terjadi karena kesebelasan papan atas Liga Inggris sedang mengalami kemunduran. Kesebelasan kuda hitam lainnya seperti Everton, Aston Villa, Newcastle United, dan Swansea City juga mengalami kemunduran dengan versi mereka masing-masing. Kasarnya, Leicester dan Tottenham di papan atas bukan karena mereka telah naik level, tapi karena kesebelasan papan atas yang tampil buruk musim ini.

Liga Primer memang bukan liga terbaik dunia.Liga yang paling kompetitif mungkin lebih tepat disematkan untuk Liga Primer Inggris. Menarik untuk ditunggu ketatnya kompetisi Liga Primer musim depan dengan kehadiran Guardiola dan beberapa pelatih hebat lainnya. Pelatih yang kaya taktik yang diharapkan bisa memberi efek positif kepada timnas Inggris secara tidak langsung sebagaimana juara Dunia sebelumnya. Dihuni oleh pemain yang bermental juara layaknya Panser dan Matador, bukan kumpulan raja-raja singa yang ompong!


— Muslim Al Fatih