Ikan Arwana

Ikan Arwana merupakan salah satu spesies ikan hias air tawar yang sangat digemari kalangan tertentu. Ikan ini memiliki badan yang panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan Ikan ini juga disebut “Ikan Naga” karena sering dihubungkan dengan naga dari Mitologi Tionghoa dimana naga versi Cina dianggap sebagai simbol kekuatan alam, khususnya angin topan.

baca juga tentang budidaya ikan koi

Ikan arwana Asia merupakan salah satu ikan hias paling favorit dan digemari banyak kalangan di dunia. Dengan ketahanan fisik yang kuat, harga yang mahal dan pecinta arwana yang ada dimana-mana menjadikan arwana menjadi ikan legenda. Arwana Asia adalah spesies asli sungai-sungai di Asia Tenggara khususnya Indonesia.

Perairan di indonesia merupakan sumber perairan yang potensial sebagai habitat tempat tinggal berbagai jenis biota air . Faktor lingkungan baik faktor fisik maupun faktor kimia dari ekosistem perairan di indonesia cukup mendukung keberadaan populasi ikan arwana. Permintaan akan ikan arwana sebagai ikan hias unggulan di indonesia pada saat ini meningkat dari waktu ke waktu, sementara untuk memenuhi permintaan pasar masih kurang, hal ini disebabkan karena minim nya pengetahuan para petanai ikan arwana di indonesia tentang cara berbudidaya ikan arwana dengan benar. Arwana merupakan ikan tangguh yang dapat hidup hingga setengah abad. Permintaan yang tinggi dengan ketersediaan alam yang terbatas menyebabkan eksploitasi di alam dibatasi.

Ikan arwana rupakan ikan air tawar yang memiliki ciri fisik yang sangat eksotis, sehingga ikan arwana dijadikan ikan hias yang bernilai ekonomis tinggi dan mengundang daya tarik tersendiri bagi para pecinta ikan hias untuk memelihra dan mengoleksi ikan arwana sebagai ikan hias. Ikan arwana termasuk famili ikan karuhun yaitu Osteoglasidae atau famili ikan bony-tongue lidah bertulang, karena bagian dasar mulutnya berupa tulang yang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kayangan, Peyang, Tangkelese, Aruwana, atau Arowana, tergantung dari tempatnya.

Bentuk dan penampilan arwana termasuk cantik dan unik. Tubuhnya memanjang, ramping, dan “stream line”, dengan gerakan renang sangat anggun. Arwana di alam mempunyai variasi warna seperti hijau, perak, atau merah. Pada bibir bawahnya terdapat dua buah sungut yang berfungsi sebagai sensor getar untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air. ini termasuk dalam kriteria penilaian keindahan ikan. Arwana merupakan ikan perenang atas (surface feeder), ditunjukkan oleh betuk mulut.

JENIS- JENIS IKAN ARWANA

1. Merah

Arwana merah berasal dari berbagai tempat di Propinsi Kalimantan Barat, seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum yang dikenal sebagai habitat dari Super Red (Chili dan Blood Red). Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut. Akan tetapi kondisi mineral, lingkungan air gambut (black water), dan banyaknya cadangan pangan yang memadai telah mengkondisikan pengaruh yang baik terhadap evolusi warna pada ikan yang bersangkutan. Pengaruh geografis itu juga menyebabkan terciptanya variasi yang berbeda terhadap morfologi ikan ini, seperti badan yang lebih lebar, kepala berbentuk sendok, warnah merah yang lebih intensif, dan warna dasaryang lebih pekat.

2. Golden (Cross Back, Cross Back Golden,CBG)

Golden varietas cross back merupakan bagian dari varietas arwana golden. Varietas ini dijumpai di berbagai tempat di Malaysia, seperti Perak, Trengganu, Danau Bukit Merah dan Johor. Oleh karena itu, mereka sering diberikan julukan sesuai dengan tempat asalnya, seperti Golden Pahang, Bukit Merah Blue atau Malaysian Gold. Disebut sebagai cross back, karena varietas ini saat dewasa memiliki warna emas penuh hingga melewati punggungnya. Varietas ini harganya relatif lebih mahal bahkan paling tinggi dibandingkan lainnya karena termasuk jarang ditemui. CBG dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan warna dasar sisik, yaitu Purple-Based (warna dasar ungu), Blue-Based (warna dasar biru), Gold Based (warna dasar emas), dan Silver-Based (warna dasar perak). Arwana Gold dengan warna dasar emas diketahui dapat mencapai warna penuh pada usia lebih muda dibandingkan dengan varietas lain.

3. Golden (Ekor Merah, Red Tail Golden, RTG).

Merupakan verietas dari arwana golden dan sering disebut sebagai Arwana Golden Indonesia (Indonesian Golden Arwana). Varietas ini dijumpai di daerah Pekan Baru, Sumatera. Berbeda dengan Cross Back Golden (CBG), warna emas pada verietas ini tidak akan berkembang hingga melewati punggung namun hanya akan mencapai baris ke empat sisik (baris sisik dihitung dari bawah, perut), atau lebih baik bisa mencapai baris ke lima. Seperti halnya verietas cross back, warna dasar sisik RTG bisa biru, hijau, atau emas. Begitu pula dengan warna bibir, ekor, dan sirip, kedua varietas ini memiliki keragaan yang sangat mirip. RTG muda memiliki warna lebih kusam dibandingkan dengan varietas cross back muda.

4. Arwana Hijau

Arwana hijau ditemukan di Thailand, Malaysia, Myanmar, Komboja, dan juga di beberapa tempat di Indonesia. Variasi penampakandan warna bisa saja ditemukan di masing-masing daerah. Meskipun demikian secara umum dapat dikatakan bahwa pada umumnya berwarna kelabu kehijauan dangan pola garis-garis berwarna gelap pada ekor. Kepala dan mulutnya lebih besar dan lebih membulat dibandingkan dengan jenis arwana asia lainnya.

5. Banjar Merah

Banjar Merah boleh dikatakan merupakan varietas arwana merah kelas 2 dan diketahui bukan merupakan strain murni arwana merah. Penampakannya ditunjukkan oleh warna sirip yang orange pucat, ekor berwarna orange atau kuning, dan tidak memiliki warna merah di badan maupun di pipi. Sepintas Banjar Merah muda sangat mirip dengan Arwana Merah muda, sehingga tidak jarang hal ini dapat mengecoh para hobiis baru. Banjar dicirikan juga oleh bentuk kepala yang cenderung membulat dengan mulut yang tidak terlalu lancip.

6. red spotted pearl vs jardini

Arowana irian (jardini) ada 2 macam. Yang umum ditemui berwarna dasar hijau dan bermutiara merah. Jenis jardini lain berwarna dasar hitam dan bermutiara emas serta lebih sulit ditemui. Di Australia ditemukan pula jardini tipe 1 (warna dasar hijau, mutiara merah) yang disebut red spotted pearl (Scleropages leichardty). Cross back dan golden red; red spotted pearl dan jardini adalah kerabat, dengan perbedaan lingkungan yang mempengaruhi performa.

baca juga tentang budidaya ikan lele

Pemeliharaan induk arwana sebaiknya dilakukan di kolam. Tanah. Lokasi untuk kolam perlu mempetimbangkan : Tanah Jenis Tanah yang baik adalah tanah Nat berlempung yang dapat menahan air dan mendukung pertumbuhan pakan alami. Topografi Perbedaan derajat kemiringan antara saluran pemasukan dan pengeluaran maksimal 1%. Air Suplai air yang memenuhi kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang dibutuhkan. Kolam yang ideal berbentuk persegi panjang dengan ukuran minimal 10x10m2. Persiapan kolam sebelum tanam yaitu :

v Pengeringan kolam hingga dasar retak-retak

v Pembalikan dasar kolam, perbaikan pematang

v Pengapuran dengan dosis 50–100 gram/m2

v Perngisian air setinggi 100 cm

· Akuarium

Sebagai ikan hias, arwana dapat dipelihara dalam akuarium. Secara umum, semakin besar ukuran akuarium akan semakin baik, karena arwana memerlukan ruang gerak yang cukup luas. Ukuran akuarium minimal 3 kali dari panjang ikan dengan lebar 1. 5 kali panjang ikan. Akuarium ditempatkan di area yang jauh dari gangguan, untuk menghindari stress pada ikan. Tutup akuarium dengan tutup yang rapat dan kuat karena arwana dapat melompat atau mendorong tutup ke luar akuarium. Setelah arwana berumur 4 bulan, pemeliharaan mulai dilakukan secara terpisah pada akuarium ukuran 75 x 45 x 45 cm untuk menghindari perkelahian antar ikan. Pemeliharaan 2–3 ekor arwana dalam satu akuarium perlu dihindari, mengingat sifat agresif akan menyebabkan perkelahian. Namun diperbolehkan pemeliharaan 6 ekor sekaligus, karena sifat agresif ikan arwana menjadi sangat berkurang. Untuk merangsang keluarnya warna yang bagus dan pembentukan kromatofora, perlu diberikan pencahayaan buatan minimal 10–12 jam per hari. Hindari penyalaan lampu secara mendadak, yang bisa menyebabkan panik, sehingga ikan menabrak kaca atau benda lainnya dalam akuarium dan ikan menjadi terluka. Manipulasi pencahayaan sering dapat menimbulkan pantulan warna ikan dengan lebih baik. Letakkan lampu di bagian depan akuarium, dan set sudut reflektor sedemikan rupa sehingga bisa memberikan pantulan yang optimal. Banyak pilihan lampu dijual dipasaran dengan spektrum bervariasi, lampu berspektrum penuh akan secara alamiah memantulkan wama-warna alami dari ikan. Pada waktu 6–7 bulan setelah ikan dapat berenang bebas, ukuran mencapai 20–25 cm dan dapat dipasarkan Perawatan Akuarium Sebagai karnivora, arwana akan memproduksi kotoran dalam jumlah relatif banyak dengan kandungan unsur nitrogen tinggi. Oleh karena itu, kadar amonia, nitrit, dan nitrat dalam akuarium arwana sering kali menjadi masalah.

Penggantian air dilakukan untuk memperbaiki kualitas air yang telah menurun akibat banyaknya kotoran ikan. Oleh karena itu dalam penggantian air yang menggunakan sistem siphon (menggunakan selang air) sekaligus untuk mengeluarkan sisa-sisa kotoran ikan dan juga kotoran yang melekat pada kaca. Penggantian air cukup dilakukan 2 atau 4 minggu sekali dan tidak perlu seluruh air diganti tetapi cukup sejumlah 30–50 % dari total air. Perlu diperhatikan bahwa suhu dan Ph air pengganti harus relatif sama dengan air akuarium. Hindari terjadinya fluktuasi kualitas air saat melakukan penggantian air. Bersamaan dengan penggantian air dilakukan juga pembersihan media filter mekanik yang digunakan. Pakan hidup merupakan jenis pakan utama bagi arwana yang termasuk karnivora. Pakan yang diberikan hendaknya bervariasi untuk menekan resiko kekurangan gizi tertentu. Beberapa jenis pakan yang sering diberikan pada arwana adalah ikan hidup, udang hidup, potongan udang segar, potongan daging ikan segar, serangga (jangkrik, kecoa, kelabang), cacing/ulat (cacing sutera, cacing tanah, cacing darah, ulat hongkong) dan kodok. Penggunaan pakan hidup perlu didahului dengan tindakan karantina yang memadai untuk menghindari masuknya bibit penyakit. Terutama pakan hidup yang berasal atau hidup dalam air, seperti udang, ikan, atau kodok. Hindari memberikan serangga atau kodok mati, kecuali anda yakin betul tidak berasal dari area tercemar insektisida. Sebelum memberikan pakan hidup, bagian-bagian tubuh pakan yang diperkirakan dapat melukai mulut ikan dibuang terlebih dahulu. Seperti kaki belakang kecoa dan jangkrik, atau rostrum (duri pada kepala) udang. Dapat juga pakan hidup tersebut dilemahkan sebelum diberikan pada ikan, agar tidak terjadi “kejar-mengejar” berlebihan dalam ruang akuarium yang sempit. Arwana yang mengalami kelebihan pakan dalam jangka lama, akan kehilangan nafsu makan selama beberapa hari bahkan beberapa minggu. Pakan buatan merupakan hasil ramuan dengan komposisi yang mencukupi kebutuhan gizi bagi pertumbuhan arwana dengan cara melatih dan membiasakan agar arwana mau memakannya.

daftar kisaran harga ikan arwana :

§ Super Red = Rp. 6.800.000,-

§ Golden (Cross Back, Cross Back Golden,CBG) = Rp. 20.000.000,-

§ Golden Red (Red Tail Golden, RTG) = Rp. 4.200.000,-

§ Banjar Merah = Rp. 1.800.000,-

§ Arwana Irian (Jardini) = Rp. 3.500.000,-

§ Arwana Silver = Rp. 2.000.000,-

§ Araipama Gigas = Rp. Rp 750.000–10.000.000,-

§ Arwana Hijau (Green Arwana / Golden Pino) = Rp. 4.200.000,-

Makanan Terbaik Untuk Ikan Arwana

Ikan hias arwana memiliki keindahan pada warna sisik dan bentuk tubuhnya, namun demikian dalam memberikan makanan ikan hias arwana ini haruslah di perhatikan, karena, makanan yang kurang tepat pada ikan hias ini akan menimbulkan warna sisik kurang cerah atau pudar..

Berikut rekomendasikan makanan yang baik bagi ikan hias arwana :

1. Cacing Darah Beku

Makanan jenis ini sangat cocok untuk pertumbuhan anakan ikan arwana yang berukurang kurang lebih 8 cm. Makanan ikan yang satu ini disamping memiliki gizi yang baik utnuk ikan juga sangat murah dan mudah anda dapatkan di penjual ikan hias biasanya.

2. Udang / Ruuh

Udang merupakan makanan yang baik untuk ikan hias arwana, mengapa demikian? karena, udang ini dianggap mampu memberikan perubahan warna yang baik pada sisik ikan hias arwana.Cara pemberiannya bisa anda silang dengan makanan yang lain, namun sebelum diberikan sebaiknya anda buang terlebih dahulu bagian sungut udang, karena sungut udang ini memiliki tekstur keras takutnya nanti mulut ikannya rusak.

3. Jangkrik

Jangkrik adalah makanan utama untuk arwana kita, mengapa demikian ? karena jangkrik ini memiliki kandungan betacarotene yang dianggap mampu memberikan perubahan dan menjaga warna ikan arwana kita. Namun sebelum memberikan pakan ini sebaiknya kaki jangkrik harus di potong terlebih dahulu, karena akan merusak mulut dan perut arwana kita sama halnya dengan udang.

4. Kodok / Katak Kecil

Kodok juga merupakan makan yang baik untuk ikan arwana. Kodok mengandung lemak dan daging yang baik untuk pertumbuhan arwana kita. namun, jangan kodok ini jangan anda jadikan sebagai makanan utama karena jika terlalu banyak akan mempengaruhi warna arwana kita.

kan arwana biasa hidup di rawa-rawa yang tersebar di asia tenggara. Di indonesia ikan ini tersebar di sekitar Irian dan Kalimantan. Ikan arwana memiliki bentuk tubuh yang unik dan indah. Bentuknya yang memanjang dan ramping menyerupai pisau. Selain itu, ikan cantik ini juga mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu dua buah sungut yang berada di bibir bawahnya.

Sungut tersebut berguna sebagai sensor getar untuk mengetahui posisi mangsa. Gerakan renang ikan ini juga sangat anggun dan sisik-sisiknya yang berkilau semakin menambah indah.

Tahun 90an, Ikan ini mengalami masa jaya, dimana saat itu ikan Arwarna bisa dihargai lebih dari 25 juta. Dimana-mana orang memburu ikan Arwana. Namun, dengan semakin berkembangnya jaman, pilihan ikan hias makin beragam, membuat ikan Arwana tak sejumawa dulu, meski kilau sisiknya yang indah tetap menarik perhatian pencinta hewan hias.

Sumber : ikan piranha

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.