#pesanmama : menyambut dengan suka cita

apabila kita bersedih, maka kita tidak bersyukur.

mama pernah bercerita, di suatu bulan menuju bulan Ramadhan, mama menghadapi beberapa kejadian yang membuatnya kecewa dan menghadapi kesulitan pula. seorang manusia pun, biar pun seperti mama, pernah menjadi sedikit sedih dan kecewa. tetapi itu hanya berlangsung sebentar saja, karena bagaimana keadaanya, bulan Ramadhan penuh berkah akan segera datang beberapa hari kemudian, apapun keadaannya mama harus menyambutnya dengan suka cita.

dari situ, dan dari berbagai hal yang pernah mutia lalui, munculah;
apabila kita bersedih, maka kita tidak bersyukur.

alhamdulillah mutia dalam keadaan baik baik saja, berangkat dari sini mutia mulai mengganti keluhan menjadi istighfar, karena seorang pernah berkata, ucapan istighfar kita mungkin tidak akan pernah cukup menutupi dosa kita.

apa yang kita kira cukup, padahal sesungguhnya sedikit sekali.

kini cerita mama dalam menyambut bulan Ramadhan beberapa tahun dulu, menjadi penyemangat mutia dalam menyambut hal baik apapun itu.

tidak peduli keadaannya, mari sambut kedatangan hal baik dengan suka cita.

teman baru, suasana baru, lingkungan baru dan hari baru.


mama selalu bercerita bagaimana mutia sewaktu kecil adalah anak yang tidak pernah menangis ketika terbangun, memanggil mamanya namun tanpa raungan tangis khas anak TK. justru ketika mama berbondong lari ke kamar dan menatap mutia, mutia selalu tersenyum.

kata mama itu setiap hari di pagi hari, mutia tidak menangis.

maka tidak ada alasan untuk bangun menyambut pagi hari tanpa senyuman. menyambut blessing dengan suka cita, itu adalah cara bersyukur yang sederhana.