Menjadi Seorang Minimalis
Aku ingat beberapa minggu setelah aku terlepas dari tekanan, seperti halnya anak-anak yang merasa tenang saat orang tua memeluk mereka ketika mereka berada dalam ketakutan, aku merasakan saat-saat penuh kepuasan. Sekitar sepertiga bagian kamar aku dipenuhi oleh benda-benda yang seharusnya tidak lagi berada di kamar aku.
Ini bukan masalah menghitung benda-benda yang rusak dan ngga berguna yang telah aku buang. Sebelum memutuskan untuk menyumbangkan benda-benda tersebut, aku bertanya pada diri sendiri tentang benda-benda tersebut. Gumamku “Aku ngga tahu benda-benda apa saja yang ada di dalam ruang itu dan aku juga ngga mempedulikannya!”
Menyadari bahwa melepaskan sebagian barang-barang dengan ikhlas benar-benar momen yang sangat menyenangkan bagi aku.
Ada perasaan damai yang aku rasakan dengan tinggal di dalam rumah yang tertata rapi. Satu hal yang ngga aku rindukan adalah “membereskan benda-benda yang berserakan” yang tiap kali harus dilakukan saat ada temen berkunjung.
Setelah merasakan kedamaian dan kebebasan karena hanya memiliki sedikit barang, satu hal yang aku yakini; aku ngga ingin kembali lagi ke gaya kehidupan lama aku.
Lalu bagaimana menjadi seorang minimalis?
Ketika kamu bekerja keras agar dapat terlepas dari tekanan, tapi untuk menjadi seorang minimalis anda harus melakukan hal-hal yang berbeda.

city people walking blur via pexels
Ciptakan rutinitas mulai dari sekarang.
Beberapa rutinitas yang sangat aku rekomendasikan adalah memeriksa kertas-kertas dan pekerjaan setiap hari karena tumpukan kertas bertambah setiap harinya. Dan itulah yang harus di buang.
Membereskan rumah di malam hari juga akan menjadi hal terseru tersendiri. Biasakan untuk membereskan sepatu, mainan, jaket, dan lain-lainnya sebelum tidur.
Satu hal terbesar lagi di dalam rumah adalah tetap menjaga kebersihan dapur. Rutinitas menjaga kebersihan dapur lebih dari standar menjaga kebersihan rumah, tetapi membersihkan sisa-sisa makanan selama sepuluh menit setiap selesai waktu makan akan membawa perbedaan tersendiri di dalam rumah kita.
Siapkanlah acara liburan dan ulang tahun jauh-jauh hari.
Liburan dan ulang tahun adalah saat-saat spesial dapat menjadi masalah tersendiri jika ngga dipersiapkan jauh-jauh hari.
Sebelum pesta ulang tahun anak, perhatikanlah mainan anak-anak yang dapat dipindahkan ke ruangan lain agar tercipta ruangan yang rapi dan bersih. Setelah pesta ulang tahun usai dan anak-anak mendapatkan banyak hadiah, terapkan peraturan one in, one out (satu keluar, satu masuk), sehingga mainan ngga menumpuk di luar.
Jika ada saudara atau teman yang bertanya tentang kado, berikanlah mereka sebuah daftar yang berisi benda-benda yang diinginkan dan bermanfaat bagi keluarga. Kamu harus ingat bahwa, kamu harus melakukan hal yang sama dalam hal memberi hadiah.
Waspadalah saat belanja.
Kita semua terkekeh dengan meme tentang Target, karena kita semua tahu itu benar. Banyak orang yang berjuang melawan kebiasaan buruk berbelanja, baik itu berbelanja untuk memenuhi kebutuhan atau karena dorongan implusif.
Jika kamu berbelanja untuk memenuhi kebutuhan, maka sadarilah itu dan bentengilah diri kamu untuk ngga membeli barang-barang yang ngga Anda butuhkan. Mulailah untuk menerapkan penghormatan terhadap diri sendiri karena berhasil melawan keinginan untuk membeli barang-barang yang ngga perlu.
Jika kamu seorang pembeli yang impulsive, mulailah untuk membuat daftar belanja dan patuhi daftar itu. Berbelanja adalah saat dimana kamu harus bisa mengontrol diri kamu.
Hanya menyarankan, kamu memikirkan tentang diri kamu dan keluarga dan membuat sebuah permainan. Kemungkinannya adalah, jika kamu merasa terbebas dari tekanan itu berarti kamu menyadari area-area yang kamu perjuangkan.
Jika terasa berat melepaskan benda-benda pemberian seseorang karena kamu mempertimbangkan siapa pemberinya, maka pikirkanlah apa yang dapat kamu lakukan dengan benda tersebut di masa depan. Jika si pemberi hadiah sangat berarti bagi kamu, maka luangkanlah banyak-banyak waktu bersamanya.
Jika kamu ngga dapat menahan dorongan impulsive untuk berbelanja, buatlah rencana dan siapkan dana untuk pengeluaran yang ngga diduga yang biasanya membutuhkan dana besar.
Biasanya di dalam anggota keluarga ada anggota yang periang yang menjadi kesayangan seluruh keluarga, tapi kemudian mereka kehilangan segalanya dan ngga pernah berpikir untuk menyingkirkan benda-benda yang seharunys dibuang. Pelan-pelan ingatkanlah mereka dan bekerjalah bersama mereka merapikan rumah.
Di dalam keluarga aku, ibulah orang yang selalu mengingatkan pentingnya kerapihan dan kebersihan. Dan itu membuat aku sangat menghargai hidup yang minimalis.
Seperti halnya banyak aspek kehidupan lainnya, aspek fisik bukanlah satu-satunya aspek yang harus diperhitungkan. Pikiran kita juga mempunyai peranan penting untuk menjaga gaya kehidupan sederhana kita. Dengan refleksi, kewaspadaan, dan niat yang sungguh-sungguh, kita dapat terus merasakan kedamaian dan kebebasan dengan mempunyai sedikit barang di rumah kita.
desk white black header via pexels.com
Originally published at ikhwan.id.