Produktivitas

Produktivitas adalah sesuatu yang harus diusahakan dengan keras. Sederhanakan produktivitasmu agar kamu dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat.

Kita semua ingin melakukan banyak hal dalam waktu singkat. Dan yang perlu kita lakukan adalah sedikit belajar sebelum akhirnya kita menyadari bahwa banyak sekali cara untuk membantu kita menyelesaikan pekerjaan kita.

Tapi pertanyaannya yang sebenarnya adalah bukan berapa banyak pekerjaan yang dapat kita selesaikan, bukan?

Sangatlah mudah untuk menyibukkan diri kita sepanjang hari dengan melakukan hal-hal yang ringan namun bermanfaat, memeriksa catatan-catatan kita sembari kita melangkah keluar rumah dan menjalani akhir pekan tanpa menikamti hasil kerja “produktif” kita.

Seringkali waktu-waktu produktif terlampaui dengan melakukan hal-hal yang ringan. Bagi aku, sangatlah mudah untuk mengerjakan pekerjaan orang lain sebelum melakukan pekerjaan aku sendiri, misalnya mengecek e-mail, berkomunikasi lewat media sosial dan membuat perencanaan-perencanaan di kalendar.

Sedihnya, proses kreativitas akan langsung hilang jika kita ingin menampilkan yang terbaik dan akan membuat aku pening seakan-akan aku berada di dalam putaran roda.

Jadi, alih-alih menghitung berapa banyak hal yang telah aku coret dari daftar yang telah aku buat, aku memutuskan untuk menyederhanakan hal-hal itu.

Aku bekerja untuk mengetahui pekerjaan mana saja yang belum terselesaikan karena aku ngga punya banyak waktu untuk menyelesaikannya.

Menyederhanakan Produktivitas

Bagaimanakah menurutmu tentang menyederhanakan produktivitas itu? Proyek-proyek manakah yang harus ditunda pengerjaannya? Apakah hal-hal yang mungkin sulit untuk kamu kerjakan, tapi pada akhirnya akan membawa kepuasan tersendiri bagi kamu? Saatnya kamu menyelesaikan semuanya.

gambar cup mug desk office diambil dari picography jepretan dari Dave Meier.

Hal yang paling sulit adalah duduk (atau berdiri, manakah yang kamu sukai). Tapi sekali kamu mengawalinya, maka segalanya akan menjadi lancar. Tapi memang kamu harus menikmati semuanya karena semua pekerjaan butuh waktu dan kamu harus berkomitmen untuk menyelesaikannya.

Sekali kamu menikmati pekerjaan kamu, waktu akan berjalan sangat cepat ketimbang waktu yang kamu habiskan untuk menyusun hal-hal yang “harus” kamu kerjakan.

Dan akibatnya adalah..? Jika kamu melakukan pekerjaan yang paling sulit, pekerjaan-pekerjaan yang lain akan langsung kamu coret dari daftar kamu.

Berdasarkan hukum Parkinson, suatu pekerjaan berbanding lurus dengan waktu pengerjaannya dan penyelesainnya. Jadi ketika kamu berusaha untuk menyelesaikan segala pekerjaan yang “sederhana” sebelum mengerjakan pekerjaan yang sulit, sebenarnya kamu menyabotase usaha kamu.

Dengan niat dan usaha, menyelesaikan pekerjaan yang sulit terlebih dulu akan menggandakan hasil pekerjaan Anda. Hal ini tidak hanya akan menjamin kepuasan Anda sepanjang hari tapi juga meningkatkan kesempatan Anda untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tepat waktu.

Produktivitas yang sesungguhnya bukanlah suatu hal yang mudah, tapi sederhana.

Pertama-tama adalah kamu harus mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan yang harus kamu kerjakan hari itu. Kemudian, selesaikan pekerjaan-pekerjaan yang dapat kamu selesaikan pada hari itu juga.

Jika kamu selesai mengerjakan satu pekerjaan, identifikasilah manakah pekerjaan yang memberikan emosi negative bagi diri kamu lalu pisahkanlah pekerjaan itu dari pekerjaan yang lainnya.

Tulislah emosi-emosi negtaif itu. Seringkali kita menghindari sesuatu yang menantang. Atau kita menghindari pekerjaan-pekerjaan yang bertenggat waktu pendek karena kita khawatir ngga bisa menghasilkan sesuatu yang berkualitas karena singkatnya waktu pengerjaan.

Apapun perasaan yang kamu rasakan tentang suatu pekerjaan, singkirkanlah emosi itu sehingga mereka ngga menguasai kamu. Selalu ingatkanlah diri kamu bahwa kamu harus mengikuti rasa takut yang kamu rasakan karena rasa takutlah yang memberitahu Anda apa-apa yang penting.

Rasa takut dan keberanian dapat kamu rasakan secara bersamaan. Pilihlah untuk menjadi berani.

Jangan buka e-mail kamu, jangan lihat segala macam notifikasi, bahkan jangan berpikir untuk membuka internet (kecuali kamu membutuhkannya untuk menyelesaikan pekerjaan).

Jika kamu membutuhkan waktu istirahat, maka beristirahatlah. Tapi jangan memberi penghargaan apapun terhadap diri kamu sampai pekerjaan kamu benar-benar selesai. Jika pekerjaan kamu sudah selesailah, berhentilah.

Tinjaulah kembali pencapaian kamu dan perhatikanlah betapa pencapaian kamu telah mengarahkan kamu ke arah yang benar.

Nah, sekarang saatnya memberikan penghargaan terhadap diri kamu. Penghargaan yang sesungguhnya adalah perasaan yang kamu rasakan saat mengetahui pekerjaan tersulit kamu telah selesai. Dan sekarang kamu dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang lainnya.

Kamu bebas memberi hadiah pada diri kamu, sesuatu yang mengesankan. Misalnya secangkir latte yang cantik, pena yang bagus atau segala sesuatu yang membuat kamu senang.

Ingatlah bahwa mengerjakan pekerjaan yang sulit ngga menjamin kamu akan terlepas dari rasa frustrasi. Pekerjaan itu ngga harus sempurna tapi yang terpenting adalah kamu mulai mengerjakannya dan akhirnya menyelesaikannya. Itulah yang terpenting.


Originally published at ikhwan.id.