Soekarno Hatta International Airport, 9 September 2018

Akhirnya, disini aku. Memandangi orang berlalu-lalang. Sendiri. Menatap tatanan geometris langit-langit bandara.
Bukan hanya menempuh perjalanan, rupanya keputusan ku untuk pergi ke bandara juga mengharuskan aku menempuh pertikaian.
Pemikiran berbeda. Sebagian diriku mengerti akan kecemasan si kekasih. Namun setengah diriku yang lain berontak.
“Lantas mengapa jika aku perempuan? Apa yang menjadikan aku harus tidak punya keberanian untuk mengambil keputusan menempuh perjalanan ini untuk mu?”
“Aku hanya ingin satu pelukan terakhir. Bukan amarah darimu. Tidak kah kau mengerti? Aku hanya ingin jumpa.”
Dan kini, jam di ponsel ku masih menunjukkan pukul 03.56 a.m. entah apa yang akan ku lakukan demi membunuh waktu.
Bahkan kau belum muncul disini, tapi sudah terbayang di benakku, dirimu yang menghilang. Lesap ditelan awan. Dan tak bisa ku raih.
Hilang dari pandangan ku.
