#10 Pencarian ide terbaik

Dipostingan kesepuluh ini aku mengalami kebingungan ingin nulis apa. Aku punya beberapa topik yang bisa dibahas, tapi tertahan karena ragu ga jelas. Aku mulai cari ‘ide’ dengan membaca (beberapa) artikel di Medium, nge-love foto-foto keren di Instagram, memutar lagu Girei di YouTube.

Aku sangat menikmati pencarian ‘inspirasi’ tersebut namun aku tidak mendapatkan apa yang aku butuhkan.

Mau ga mau mengingat bentar lagi berganti hari, aku mulai sedikit memaksa otakku dengan memilih salah satu dari daftar topik yang aku miliki. Keyboard mulai berbunyi sambil diiringi lagu Girei. Aku senang muter lagu berulang-ulang.

Topik yang aku pilih tak menghasilkan satu paragraf utuh dan aku berganti topik sampe tiga kali. Sambil ngeliatin jam di Mac, aku menung dan menikmati oksigen. Memfokuskan otak untuk bernafas rasanya enak sekali. Rasanya damai walaupun suara kipa sdi kamar sebelah cukup bising.

Akhir-akhir ini aku jarang menung. Next, aku akan membahas tentang manfaat menung lebih lanjut di tulisan lain.

Disaat aku menung, aku sampe dikesimpulan dimana pencarian ide yang kulakukan dengan cara menikmati konten yang orang lain buat bukanlah pencarian ide yang tepat. Mengonsumsi konten tetaplah mengonsumsi konten.

Aku sulit menulis tulisanku ketika tulisan orang lain yang aku baca belum selesai. Aku sulit membayangkan cara membuat foto yang bagus ketika jariku masih scrolling Instagram orang lain.

Ide muncul ketika otakku selesai mengonsumsi sesuatu. Saat sedang tenang, otak akan menyilangkan kejadian yang telah terjadi dengan pendapat pribadi. Menung, membiarkan pikiran mengawang-ngawang, menghubungkan satu hal ke hal lainnya. Rileks, bernafas. Proses itu dibiarkan tanpa interupsi, dan muncul deh ide.

Ide itu jadilah tulisan ini 😝

Thanks for reading, love, and share 😊
🍰 <- this is for you