#49 Adventure ⛰

Berkat menung sehabis bangun pagi, aku mendapatkan ide pertualangan keren. SETAHUN TANPA INTERNET 😌. Pertualangan yang dijamin hemat biaya.

But it’s too big for me. Seperti langsung mendaki Everest.

Aku bekerja di tempat yang mengharuskan untuk tetap terhubung (di grup WA yang berisik). Selain itu aplikasi Creative Cloud-ku membutuhkan internet untuk syn data, aku sedang semangat-semangatnya di Medium, belajar forex, dan sekarang bayar tagihan melalui Tokopedia.

Kayaknya itu doang sih kegiatan positif yang aku lakukan dengan internet, cuman 20 persen. 80 persen lainnya ngeliatin bolak balik Instagram, Twitter, dan portal berita tanpa tujuan yang jelas.

Sejak remaja menggunakan internet, mindset yang tertanam pada otakku adalah dunia maya, internet, sosial media adalah duniaku. Ini titik masalahnya.

I must ‘back’ to real life and use internet as a tool.

Internet cuman alat. Alat yang akan aku gunakan untuk membantuku mencapai tujuan di dunia nyata. Tanpa main main di dunia mayapun aku tetap bisa hidup.

Fuck you, Internet! Kau tak bisa mendikte-ku.

Aku membuat beberapa aturan personal.

*Nonaktifkan notifikasi Instagram dan Twitter.
*Matiin Red Badge semua aplikasi. I am happy with lockscreen notification, thank you very much.
*Scrolling dan komen foto di Instagram hanya jam di 5 sore (sampai jam 7 malam). Aku tidak dalam high power pada jam segini.
*Ngepost foto di IG boleh kapan aja. Asal setelah itu langsung logout.
*Buka Twitter atau portal berita lainnya pas weekend.
*Yang terpenting, ketika merasa bosan, coba ngedit foto atau nulis apa aja. Jangan langsung nyari konten di internet buat dikonsumsi. Ini kunci dan ini bagian terberatnya.

Adventure begin when you step outside ⛰.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.