#8 Payday

Kita hidup di era gratifikasi instan (super cool sometimes). Kita ingin apa yang telah kita lakukan sebisa mungkin segara mendapatkan respon.

Kita ingin segera dapat balesan chat. Segera setelah memposting foto di Instagram, langsung ngeliat notif siapa yang ngel-love. Seneng bukan main, Instagram Stories Boomerang-mu banyak yang ngeliat. Senyum-senyum sendiri ngeliat notifikasi WA, meme mu di grup banyak yang ngerespon. Bahagia super seneng ketika tweet Now Playing Spotify mu di retweet.

Well, me too, dude. Kecepatan akses internet dan pelayanan cepat dimana aja bikin kita lebih sering menuntut. Kita begitu tanggap dengan respon yang muncul. Namun bagimana dengan respon yang tidak kunjung muncul. Seneng saat keinginan cepat terkabul. Kesal saat ada yang tertunda.

Don’t let instant gratification ruin your life, mate. Sushi enak butuh waktu untuk membuatnya.

Aku berikan dukungan untuk kamu yang sedang berusaha, menunda kepuasan, dan belum melihat hasil dari usahamu.

Someday, kamu akan merasa bangga saat ribuan jam belajar coding menghasilkan aplikasi hebat.
Someday, kamu akan merasa bersyukur pengorbanan offline dari dunia maya membuatmu sukses di dunia nyata.
Someday, kamu akan kaget lari pagimu membuatmu menemukan pacar atletis.
Someday, kamu akan senyum sendiri saat tulisan-tulisan harian di blogmu membuat para penerbit antri meminta tanda tanganmu.
Someday, kamu akan begitu bersyukur doamu tiap malam membuat dia kembali ngobrol denganmu.
Someday, kamu akan bersyukur keenggananmu chat ga jelas ini itu membuat gebetanmu menjuluki kamu teman ngobrol-terbaik-di-dunia-nyata.
Someday, kamu akan tertawa puas kebiasaan ga-doyan-jajan-tapi-doyannya-berinvestasi membuatmu menuju kebebasan finansial.
Someday, kamu akan jadi populer ketekunanmu membuat video-video membuatmu jadi superstar.

Well, tetap percaya pada apa yang sedang kamu kerjakan. Payday masih jauh, maka itu harus tekun dan sabar 😁😊

Tulisan diatas juga berlaku untukmu, Jon 😒😆