Siti Yumaroh
Nov 4 · 2 min read

“Luar Biasa”

#2hariberceritamenuju1haribermakna

#menuju21 (1)


Beberapa waktu ini saya semakin bersyukur telah dipertemukan dengan banyak pribadi-pribadi yang menurut saya cukup mempesona. Teringat sebuah kalimat yang tertulis di salah satu kolom caption pada sebuah foto seseorang

“Manusia luar biasa adalah manusia sederhana yang terikat dengan Penciptanya, lahir karya dikenang masa, setiap jejak berbuah decak”.

Dan begitulah mereka.

Saya cukup takjub melihat saudara saya yang mendedikasikan diri mereka untuk menyelamatkan lingkungan atas dasar panggilan hati, atas dasar kecintaan pada tanah kelahiran, dan ada pula yang berdasar atas penghidupan yang baru karna itu adalah sebuah peluang besar, tapi tetap saja ada tujuan menyelamatkan lingkungan.

Kemudian saya bertemu dengan seseorang dan sengaja menyita waktu saya untuk duduk sejenak di depan mushola kecil di dasar lantai Gedung Kuliah Bersama. Saya ingin mendengar kisah dari salah seorang yang saya sebut di atas. Hingga akhirnya sebuah kalimat terngiang dalam kepala saya

“Yum, pesen Mbak jangan jadi orang yang gumunan. Gumunan itu terlalu mudah takjub akan suatu hal yang keren. Ketika kamu melihat sesuatu yang baik, lakukan. Jangan sampe kamu kelamaan gumun sampe akhirnya hal baik yang dapat kamu lakukan segera, malah terlewatkan”.

Kala itu saya semakin kagum dengan beliau-beliau yang bukan hanya mampu membangun diri mereka, namun juga sangat luar biasa mampu menggugah semangat orang lain. Jika butuh sebutan mungkin bisa juga saya disebut sebagai pengagum mereka.

Waktu pun berlalu. Siang berganti malam dan sebaliknya. Hingga tiba di suatu waktu, saya melihat sebuah video menarik yang dipost oleh guru-guru saya. Kurang lebih isinya begini

“Orang mukmin itu harus mencintai Allah. Lha kenapa? Karna tarohlah gini, kita kalo dikasi pinjeman rumah/mobil setahun sama orang kita mudah saja mencintai dan berterimakasih kepada orang itu. Wong mencintai orang yang ngasi kita cuma setahun aja bisa apalagi Allah yang udah ngasi kita segala macem dari oksigen, makan, minum dan segala macem sejak kecil.”

Setelah saya telaah kembali, apa yang saya lakukan sebelumnya adalah hal yang harus saya perbaiki. Mengapa demikian? Karna sejatinya kekaguman itu tetaplah menjadi hak Nya, Dzat Yang Mahaagung. Dialah yang luar biasa, bukan manusianya. Dialah yang ciptakan segala macam bentuk kerupaan dan hal yang tampak mengagumkan ada pada diri manusia-manusia yang saya temui. Bahkan saat saya butuh wejangan pun, Dia izinkan orang baik memudahkan lisannya untuk mengatakan satu dua patah kalimat kepada saya. Inilah kenapa ada kalimat yang pertama kali saya sebut yaitu “Manusia luar biasa adalah manusia yang terikat dengan Penciptanya…”. Hebatnya manusia, luar biasanya manusia didapat ketika ia terikat atau dekat dengan Penciptanya. Atau bisa dikatakan mereka tampak luar biasa karena Nya. Allah hadirkan keluarbiasaan pada diri hamba-hamba Nya, hanyalah secuil bukti atas rahmat, kebesaran, dan keluarbiasaannya. Buat orang jadi tampak luar biasa saja Ia mampu, apalagi Ia sendiri yang tak membutuhkan apapun untuk menciptakan keluarbiasaan itu. MasyaAllah. So.. kunci kehidupan biar hidup makin luar biasa cuman satu, dekati yang Maha Luarbiasa, serahkan pada Dia, dan lakukan yang terbaik.

    Siti Yumaroh

    Written by

    Agen Pecinta Ijo-ijo

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade