Siti Yumaroh
Nov 6 · 2 min read

“Perjalanan”

#2hariberceritamenuju1haribermakna

#officially21 (last)


Hari bermakna ini akhirnya tiba. Setelah melewati perjalanan lebih dari 1/5 abad, saya cukup ingin merasakan dan menikmati pertambahan usia ini dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Saya yang pada tahun-tahun sebelumnya masih sangat berharap mendapat ucapan selamat di tengah malam, kemudian diberi kejutan dan perayaan, kali ini justru malah ingin benar-benar sembunyi dan tidak ingin ada yang ingat hari apa ini. Tapi saya tetap ingin menjadikannya bermakna. Berdasarkan inspirasi dari beberapa pihak, saya pun pada akhirnya sedikit merangkai rencana.

Rencana ini dimulai dari menulis cerita-cerita apik beberapa waktu silam. Awalnya saya berniat untuk menulis banyak cerita, kalau perlu 21 cerita. Akan tetapi akhirnya hanya menjadi 2 cerita + 1 narasi sederhana ini saja, karna kemarin terlalu lelah. Hehe..

Kemudian saya juga berniat untuk me time seharian ini dengan jalan skip mata kuliah, mengganti jadwal tes toefl, dan mematikan social media saya seharian. Namun rencana jahat ini juga gagal, karena hati nurani saya meminta agar saya tetap melakukan kewajiban-kewajiban saya. Tapi setelah dipikir-pikir kembali, saya cukup bersyukur karena malaikat masih memenangkan perebutan hati ini dengan setan, sehingga tetap mengikuti jalan kebaikan. Dan pada akhirnya pun atas izin Allah saya tetap mampu mendapat value dari perjalanan 21 tahun ini tanpa harus me time sehari full.

Sedikit cerita saja, jadi beberapa waktu ini saya cukup kelelahan dengan aktivitas saya yang seperti setrikaan. Wkwk. Jalan ke sana sini, muter lagi, balik lagi, pindah lagi. Hingga saya cukup kelelahan. Tapi semakin saya lelah, semakin saya menyadari bahwa saya hanya makhluk biasa yang sangat butuh pertolongan dan rahmat Sang Pencipta. Begitupun perjalanan 21 tahun di muka bumi ini. Melakukan perjalanan di muka bumi adalah proses belajar yang Allah telah renacanakan dan desain sedemikian rupa untuk hamba-hamba Nya. Kadang kesandung, kadang ngga tau jalan, kadang cepet, kadang semangat, dan kadang kadang yang lainnya yang manusiawi sekali tentunya. Tapi ya itu. Sebenarnya semua memang didesain agar kita belajar. Agar diambil hikmah nya. Agar pada akhirnya lagi-lagi calling yang punya rumah sebenar-benar nya rumah, yang punya tempat tujuan sebenar-benarnya tujuan. Siapa lagi kalau bukan Allah?

Jadi kurang lebih begitulah makna yang saya simpulkan atas perjalanan yang terasa melelahkan ini. Dan saya bersyukur bahwa Allah masih izinkan saya memaknai dengan cara ini.

So, akhir dari episode menjelang 21 ini saya ingin mengatakan lets do what you wanna do. Tapi tetep sesuaikan dengan koridornya. Biar aman ibaratnya harus taat rambu lalu lintas, harus pake helm, dan tetep contact terus yang memberi hidup agar sampai di tujuan dengan selamat.

    Siti Yumaroh

    Written by

    Agen Pecinta Ijo-ijo