PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

Fungsi dan manfaat ekonomi perdagangan berjangka :

Ada 2 fungsi utama dari perdagangan berjangka yaitu :

  1. Sebagai sarana pengelola resiko melalui kegiatan lindung nilai (hedging)
  2. Sebagai sarana pembentukan harga (price discovery)

Kegunaan lindung nilai adalah untuk meminimalkan resiko perubahan harga akibat perubahan permintaan dan penawaran.

Sedangkan fungsi yang kedua bertujuan untuk membentuk kesepakatan antara penjual dan pembeli pada harga tertentu dan syarat jual beli yang tertentu pula sedangkan fungsi lainnya adalah sebagai alternative investasi dimana para investor dapat menginvestasikan dananya dan mendapatkan keuntungan dari perubahan harga baik harga naik atau turun ( two way opportunities). Disamping fungsi-fungsi yang telah disebutkan tadi perdagangan berjangka juga member beberapa manfaat ekonomi seperti :

  1. Penyediaan lapangan pekerjaan
  2. Peningkatan penerimaan devisa
  3. Kepastian usaha

Ketentuan Umum

Berdasarkan UU no 37 tahun 1997. Perdagangan berjangka komoditi yang selanjutnya disebut perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarakan kontrak berjangka dan opsi atas kontrak berjangka.

Salah satu ciri khas perdagangan berjangka adalah adanya lembaga pengawas yang merupakan unsur pemerintah sehingga dibentuklah suatu badan yang disebut Bappebti (badan pengawas perdagangan berjangka dan komoditi). Secara struktur bappebti berada di bawah departemen perdagangan berbeda dengan Bappepam (Badan Pengawas Pasar Modal) yang berada dibawah departemen keuangan.

Badan ini bertujuan untuk mengawasi segala hal yang berhubungan dengan perdagangan berjangka dan komoditi termasuk didalamnya memberikan izin, persetujuan serta melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencegah kerugian masyarakat dalam bertransaksi produk-produk berjangka.

Sebagai tempat untuk bertransaksi maka dibentuklah suatu bursa yang disebut Bursa Berjangka. Bursa berjangka didirikan dengan tujuan untuk menyelenggarakan transaksi kontrak berjangka yang wajar teratur serta efektif efisien dan transparan. Bursa berjangka merupakan badan usaha yang berbentuk PT dan didirikan oleh sejumlah badan usaha yang tidak berafiliasi dan memperoleh ijin usaha dari Bappebti.

Lembaga Kliring berjangka atau lembaga kliring merupakan unsur pelengkap dari bursa berjangka yang harus ada dalam suatu sistem perdagangan berjangka adapun fungsinya adalah untuk mendukung terciptanya transaksi kontrak berjangka yang teratur wajar efisien dan efektif.

Fungsi lainnya adalah untuk menyimpan dana atas kontrak transaksi berjangka dari anggota kliring berjangka dimana dana-dana tersebut disimpan kedalam rekening terpisah yang telah disetujui oleh Bappebti. Sesuai dengan peraturan yang ada maka Lembaga Kliring berjangka harus merupakan badan usaha yang terpisah dari bursa berjangka dan wajib memperoleh ijin dari bappebti.

Dalam kegiatan perdagangan berjangka Pialang Berjangka merupakan unsur utama dalam kegiatan transaksi perdagangan berjangka dan merupakan satu-satunya professional yang boleh menerima amanat (order) dari nasabah dan meneruskannya ke bursa berjangka.

Pialang berjangka merupakan anggota dari bursa berjangka yang berbentuk PT (Perseroan Terbatas) yang memperoleh ijin usaha dari Bappebti. Pialang berjangka didalam memulai kegiatan usahanya diwajibkan untuk memenuhi persyaratan modal disetor sekurang-kurangnya Rp 1.250.000.000,- (Satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah). Dalam kegiatannya pialang berjangka juga berkewajiban untuk mempertahankan modal bersih disesuaikan sekurangkurangnya Rp 500.000.000 (Lima ratus juta ) atau 10% dari jumlah dana yang dikelolanya.

Dalam kegiatannya sebagai perusahaan yang menerima order dari nasabah dan meneruskannya ke bursa berjangka, Pialang berjangka juga dapat menerima order dari nasabah dan mentransaksikannya ke bursa berjangka luar negeri jika telah memperoleh ijin untuk melakukan penyaluran transaksi berjangka keluar negeri dari Bappebti. Untuk melakukan kegiatan berjangka maka pialang berjangka wajib menunjuk wakil pialang berjangka sebagai tenaga ahli yang telah lulus uji profesi dan memperoleh ijin dari bappebti.

Selain pialang berjangka yang termasuk dalam kelompok pelaku bursa berjangka adalah pedagang berjangka. Dalam kegiatannya sebagai pedagang, pedagang berjangka hanya berhak melakukan transaksi untuk rekeningnya sendiri dan atau kelompoknya.

Salah satu unsur penunjang yang umum dikenal dalam perdagangan berjangka adalah adanya Penasehat berjangka. Penasehat Berjangka mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pertimbangan di bidang perdagangan berjangka dan diharuskan untuk memiliki kemampuan menganalisa perkembangan serta prospek ekonomi dan politik yang berpengaruh terhadap perdagangan berjangka dan diharuskan memiliki izin usaha dari bappebti.

Pengelola Sentra Dana Berjangka

Kegiatan usaha pengelola sentra dana berjangka dilakukan oleh pihak yang berbentuk perseroan terbatas serta memperoleh ijin usaha dari bappebti serta bertugasuntuk mengelola portofolio investasi sentra dana berjangka dan bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat kelalaiannya serta dilarang untuk menyimpan dana yang di kumpulkan pada bank yang berafiliasi dengannya. Untuk melaksanakan kegiatannya maka sentra dana berjangka memiliki wakil sentradana berjangka. Wakil pengelola sentra dana berjangka merupakan orang perseorangan yang berhubungan langsung dengan klien atau calon klien dalam rangka pengelolaan sentra dana berjangka.

Sesuai dengan perundangundangan yang berlaku maka Pengelola sentra dana berjangka juga wajib untuk memenuhi persyaratan modal disetor sekurang-kurangnya Rp 1.000.000.000,- (Satu miliar rupiah).

Pelaksanaan kegiatan penasehat berjangka dilakukan oleh wakil penasihat berjangka yang bertindak sebagai penasihat ahli dan sebelumnya harus telah lulus ujian profesi dan mendapatkan ijin usaha dari BAPPEBTI . Wakil penasehat berjangka tersebut dalam pelaksanaan kegiatannya bertindak atas nama penasehat berjangka.

Salah satu unsur lainnya yang tidak bisa dihilangkan dalam kegiatan perdagangan berjangka adalah Pengelola Sentra dana Berjangka. Sesuai peraturan dinyatakan bahwa Pengelola Sentra dana Berjangka adalah badan hukum berbentuk PT yang memiliki ijin usaha dari BAPPEBTI.

Sentra dana berjangka berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat serta di investasikan kedalam berbagi macam produk berjangka dan diharuskan untuk memiliki ijin dari bappebti dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

http://www.mypipconsulting.com/2016/09/13/apa-itu-tradingperdagangan-berjangka/

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Mypip Consulting’s story.