Pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk berbagi opini dari fakta-fakta yang ada perihal pergerakan minyak mentah dunia. Ya, minyak mentah saat ini berada pada level harga yang bisa di bilang cukup rendah dikisaran harga $40/barel. Setelah menciptakan level harga terendahnya di level $26/barel pada semester pertama tahun ini. Hal apa sih yang menyebabkan pergelutan harga ini?! Menurut opini saya hal ini dimulai dari:

  1. Konflik Ukraina
  2. Rusia
  3. Amerika
  4. Arab Saudi
  5. OPEC

Nah, hubungan kesemuanya apa sih?! Menurut pengamatan saya hal ini dimulai dari anjloknya harga minyak mentah dari level $100/barel hingga $80/barel pada pertengahan tahun 2014 lalu. Ada beberapa pendapat saat terjadinya rencana pendudukan Ukraina oleh Rusia, banyak sekali negara-negara yang tidak menyetujui hal ini. Rusia sebagai negara besar yang pendapatannya sebagian besar dari Minyak Mentah dunia sekitar 40%, ingin menduduki Ukraina yang notabene sebagai negara agraris yang kaya akan pangan. Hal ini memberikan keuntungan terhadap negara industri yang sedikit sumber daya sektor agrarianya. Dari konflik yang terjadi membuat banyak negara yang tidak menyetujui hal ini, jika dilihat dari kacamata pendapatan ekonomi Rusia dari sektor produksi minyak mentahnya, hal ini menjadi salah satu cara untuk menekan negara tersebut untuk memperoleh pendapatan yang dapat digunakan untuk menambah sumber daya militernya. Sehingga dengan membawa harga minyak mentah menuju level-level rendah, akan mengurangi pendapatan negara ini.

Dan terjadilah kesepakatan untuk menambah/meningkatkan level produksi di kartel besar minyak mentah yaitu Arab Saudi dan rencana pengeboran minyak shale di Amerika sendiri. Benar saja, harga minyak mentah terus terjun hingga level $70an/barel. Hingga pada akhirnya terjadilah ketakutan di sisi Arab Saudi dimana minyak shale Amerika dapat menguasai pasar. Dimana kualitas minyak ini lebih tinggi daripada minyak mentah yang dihasilkan oleh Arab Saudi sendiri. Pada akhirnya pada tanggal 24 November 2014 diputuskanlah bahwa OPEC, Arab Saudi tidak akan mengurangi level produksinya dan akan tetap membanjiri pasar dengan penambahan produksi yang ada. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi banjirnya minyak Shale Amerika dipasar global yang akan menggantikan minyak mentah OPEC. Seperti yang kita ketahui, harga minyak mentah langsung turun drastis menyentuh level $50an/barel. Kenapa dilevel ini? Karena level produksi untuk minyak Shale sendiri berada diatas level $60an/barel. Dengan keadaan ini, Amerika akhirnya menekan level produksi mereka sehingga minyak mentah OPEC tetap dapat memiliki pngsa pasar di Global.

Akhir-akhir ini kita melihat bahwa Arab Saudi sendiri berharap dapat kembali menstabilkan harga, dengan diadakannya pertemuan-pertemuan yang membahas tentang rencana pembekuan level produksi. Namun hal ini ternyata hanya isapan jempol yang berujung tidak adanya kesepakatan. Ditambah lagi dengan pencabutan sangsi Iran, yang mana saat ini Iran telah bebas memproduksi minyak mentahnya. Guna menutup kerugian mereka saat mereka dikenakan sangsi. Apakah pertemuan OPEC besok dpat memberikan kita kesepakatan yang baik?! Jika iya seberapa kuat pengaruhnya pada pasar?

Saat ini pun minyak mentah telah mencoba merangkak naik hingga level $50/barel. Dimana ada teori yang menyatakan bahwa harga saat ini sedang menguji Rentang produksi minyak Shale Amerika, teori oleh Mr. Jakob. Dimana istilah ini diciptakan kembali pada bulan Mei 2015 oleh Olivier Jakob, selaku managing director Petromatrix, sebuah konsultan yang berbasis di Swiss. Mr Jakob mengatakan tren produksi minyak Amerika akan ditentukan oleh dua harga yaitu pada poin $ 45 per barel, jika harga berada di bawah ini minyak Shale yang dihasilkan dari formasi shale akan drop off, dan jika berada diatas level $ 65 per barel, “[shale] produksi besar-besaran datang membanjiri pasar.”

Sehingga saat ini yang menjadi acuan kita adalah bagaimana kesepakatan pasar global perihal pemasaran minyak mentah OPEC dengan Minyak Shale Amerika. Jika ditemukan titik temu kesepakatan yang sama-sama akan menguntungkan kedua belah pihak, maka kestabilan harga mungkin akan mulai terlihat jelas. Menurut analisa saya pribadi bahwa pergerakan minyak mentah dibagi dalam periode 5 tahunan. Dimana pada tahun 2008 hingga 2013, harga telah mencapai titik puncaknya. Sehingga 5 tahun berikutnya minyak mentah akan berbalik untuk menjemput titik terendahnya untuk periode 5 tahunan selanjutnya. Dimana pada tahun 2008 hingga 2013 harga menciptakan rentang bolak balik pada kisaran $80 — $120/barel. JIka periode selanjutnya level $26/barel merupakan level terendahnya, diprediksi harga akan bermain pada rentang $26 — $66/barelnya. Tidak lucu jika tiba-tiba harga meloncat ke level $100 kan?apakah kita siap untuk membeli hasil pengolahan minyak mentah dengan harga tinggi juga?! Tidak kan… Sehingga bisa kita lihat gambaran umumnya bahwa minyak mentah akan mengalami “ranging” pada level-level tersebut hingga akhir periode 5 tahunannya di tahun 2019 mendatang?Benarkah? Saya pun bertanya seperti itu, namun menurut pandangan dan opini saya, hal inilah yang masuk akal untuk saya saat ini. Mungkin saya akan menganalisa sedikit tentang pergerakan harga minyak.

Minyak mentah memiliki dampak besar dalam perekonomian global, dalam jangka waktu 50 tahun, minyak bergerak dalam rentang yang besar tetapi tidak memiliki trend pergerakan yang pasti. Diantara tahun 1945–1972 bergerak dikisaran harga $2-$3 per barel, dimana pada tahun 1973 -1974 harga mengalami lonjakan higga pada musim panas 2008 harga dipukul hingga jatuh pada level $31 per barel. Kemudian sampai pada semester kedua tahun 2014, harga minyak mengalami penurunan/perubahan trend setelah terkonsolidasi/flat selama 5 tahun terakhir.

Sehingga dalam analisa teknikal, saya membagi periode pergerakan minyak menjadi analisa per 5 tahunan :

Dalam pergerakan 5 tahun, dapat kita lihat dan perhatikan, harga minyak mengalami trend naik dalam periode 5 tahun dari tahun 2003 hingga 2008, yang dimana pada tahun 2008 hingga 2013 harga terkosolidasi panjang pada range $76 — $104 /bbl. Dimana dengan prediksi 5 tahun kemudian dari tahun 2013, harga minyak memiliki pola yang sama dengan pergerakan di tahun 2003–2008, dimana pada tahun 2014 semester akhir mengalami penurunan hingga level $43/bbl.

Dalam pergerakan 5 tahun kedepan, minyak dapat di prediksi akan kembali menyentuh level $60-$70/bbl.

minyak dalam periode 5 tahunan

Dari pembagian periode 5 tahunan, dapat terlihat jelas arah rebound/pembalikan arah harga minyak mentah melalui level-level tahanan yang ada. Secara bulanan harga terlihat jelas, telah mengalami kejenuhan akan tekanan jual. Namun dalam pergerakan awal tahun saat ini minyak mentah mencoba mencari level harga terbawah akibat tekanan oversupply dari pihak OPEC dan NON-OPEC. Dimana rebound terdekat dalam tahun ini terprediksi akan sampai pada level $60/bbl-$70/bbl.

Setelah kita mengetahui rentang secara global untuk pergerakan harga minyak mentah dunia. Kita dapat menganalisa pergerakan sesuai dengan timeframe yang akan kita jadikan untuk entry dan exit point. Kita dapat melihat menuju timeframe yang lebih kecil, yaitu pada timeframe mingguan ataupun harian.

Dalam analisa saya di beberapa bulan terakhir: Jika kita lihat dalam time frame mingguan, pergerakan harga masih terlihat akan mengalami penurunan, karena rata-rata pergerakan harga masih turun. Sebagai indikasi perubahan arah mingguan adalah fase konsolidasi/flat/sideway. Jika pada beberapa minggu kedepan harga dapat mengalami pergerakan flat di area sekarang antara $27 — $32, ada kemungkinan harga akan mengalami trend. Apakah trend tersebut naik atau akan kembali turun? Dengan begitu langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah memberikan nilai toleransi gejolak harga sebesar 35% dari rotal pergerakan bulanan yang dapat kita hitung dari awal tahun hingga bulan ini, dimana harga telah bergerak sebesar 1468 poin. Terhitung dari harga tertinggi awal tahun hingga harga terendah yang tercapai sampai bulan ini, yaitu $42.22 dan $27.54. dengan menetapkan nilai toleransi 35%, dapat kita perhitungkan gejolak penurunan dan kenaikan dari rentang tersebut menjadi :

35% x 1468 poin = 513,8 ~ 514 poin.

Sehingga kita memiliki toleransi lonjakan dengan batas :

Harga low — 514 poin = $27.54–514 poin = $22.40 (toleransi penurunan terjauh)

Harga high + 514 poin = $42.22 + 514 poin = $47.36 (toleransi kenaikan terjauh)

Dengan memberikan nilai toleransi lonjakan, kita mendapatkan level harga $22.40 dan $47.36. sehingga kita dapat memperhitungkan toleransi resiko untuk dana yang akan kita jaminkan. Namun apakah hargga dapat menyentuh level $15/bbl?

Seperti yang telah dilansir oleh menteri perminyakan Arab Sauid “Al-Naimi” mengatakan bahwa, pembaikan demand di zona Asia dan Eropa sudah membaik dan penetapan Harga Pokok Penjualan Minyak Mentah akan dinakkan menuju level $40/bbl. Dengan begitu dapat kita artikan bahwa penurunan yang akan terjadi lebih bersifat sementara atau hanya membentuk bump/ekor, dalam penentuan level terbawah untuk mencari kekuatan naik.

Dengan mengetahui gambaran analisa teknikal dan fundamental secara global, kita dapat memperkirakan pergerakan arah harga untuk menentukan level kekuatan modal yang kita miliki.

Print This Post

Print This Post

http://www.mypipconsulting.com/2016/08/24/cerita-dan-opini-tentang-pergerakan-minyak-mentah/