Pelukan Jokowi-Prabowo Bikin Netizen Baper

M Zenal
M Zenal
Aug 31, 2018 · 3 min read
Sumber gambar : nasionalkompas.com Momen Jokowi-Prabowo pelukan bersama Hanifan

Momen spesial Jokowi-Prabowo pelukan bersama Hanifan Yudani Kusuma pesilat yang memperoleh medali emas di ajang Asian Games 2018 cabang pencak silat kelas C diatas 55 kg sampai dengan 60 kg membuat baper netizen, momen langka itu tak luput diabadikan pak Jokowi di akun instgramnya, dengan 1252763 likes dan 34351 komentar pada (31/8) kejadian tersebut langsung viral di media sosial, bahkan menjadi headline di banyak media cetak atau online.

Kita tahu, pak Jokowi dan pak Prabowo adalah dua anak negeri yang akan maju dalam Pilpres 2019 mendatang. potret tersebut menjadi begitu berarti, berkesan, dan seakan menjadi oase menyejukkan di tengah persaingan politik dan perdebatan yang mulai memanas di tengah masyarakat. Masyarakat demokrasi menganggap bahwa keributan antara dua kubu jelang Pilpres 2019 tidak bisa dihindarkan, bahkan tetap skeptis menyikapi kejadian tersebut dan mengatakan mereka (Jokowi dan Prabowo) “dipeluk” (oleh Hanifan), bukan saling berpelukan. Tapi, bagaimanapun Hanifan sang atlet silat yang secara spontan memeluk keduanya ibarat mewakili kerinduan kita semua akan keharmonisan dan rasa persaudaraan sesama warga bangsa. Masyarakat pada dasarnya rindu akan perdamaian dan kesejukan.

Komentar @diditsetiwan461 dipostingannya pak Jokowi memberi pencerahan bagi kita semua “PESAN BAGI SAYA DAN BAGI TEMAN TEMAN SEMUA YANG CINTA NKRI. Buat teman teman yang pro sama pak Jokowi atau pro sama pak Prabowo.. coba pikirkan baik baik ya.. JOKOWI jadi presiden kau jadi apa ? PRABOWO jadi presiden juga kau akan jadi apacoba ?? Janganlah kalian sampai rela bermusuhan. Siapapun yang jadi presiden tidak akan ada yang berani menjamin INDONESIA jadi lebih baik, karena jaminan itu hanya dari ALLAH SWT lewat do’a kita semua . Ingat siapapun yang jadi presiden, kita Cuma akan jadi rakyat, yang semuanya in sya Allah punya keinganan INDONESIA menjadi lebih baik. Tapi ingat yang pasti kalian akan diminta pertanggung jawaban terhadap hujatan, makian dan fitnah yang ditebarkan. Apalagi di sosmed dosanya berjamaah dan mengalir terus. Kita tidak tahu apakah kita sempet minta maaf pada orang yang sudah kita hujat, kita maki atau malah kita yang menanggung dosa dosa mereka nanti. Silahkan sampaikan saja keunggulan jagoanmu, tanpa harus membuka aib lawanmu. Aku kira itu lebih bijak, biarkan rakyat yang menilai mana yang layak jadi pemimpin negeri ini. Mudah mudahan dalam penggunaan media ini kita dapat lebih dewasa dalam berteman di medsos, terus kita hindari berita hoax dan fitnah. Dan marilah kita saling nasehat menasehati agar selamat dunia akhirat.. #demokrasiberadab Damai itu Indah, tolong jangan sampai terpecah jadi dua…”

Tagar #demokrasiberadab ini perlu kita viralkan ke seluruh pelosok negeri, karena di zaman milenial ini kita harus merubah pola pikir, sudah tidak zamannya lagi saling caci maki, saling hujat menghujat dan saling fitnah memfitnah, yang kita perlu adalah berkolaborasi karya dalam segala aspek baik dari hal yang kecil sampai hal besar dengan menerapkan niali nilai kebaikan serta norma yang berlaku demi terwujudnya INDONESIA yang lebih baik dan bermartabat, menjadi Negara yang makmur sejahtera, tidak ada anak bangsa yang nganggur yang ada hanya anak bangsa produktif berkarakter yang membawa perubahan menuju INDONESIA madani baldatun thoyyibatun warobun ghofur.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade