Karena ‘Hidup Secukupnya’ Benar-benar Murah!

Kalau misalnya kita punya uang, ke mana uang itu melayang? Apakah ke barang-barang yang kita butuhkan bagi kehidupan ataukah buat senang-senang?

Kalau kita punya paket data, ke mana paket data itu menguap? Apakah buat sekadar kebutuhan ataukah buat wasting time?

Ternyata, modal yang kita butuhkan — hanya — buat kehidupan kita itu nggak banyak!

Coba deh kalau misalnya kita memenuhi kebutuhan ini secukupnya aja:

  • Makan tiga kali sehari — tapi porsinya secukupnya aja.
  • Nambah pengetahuan, baca buku.
  • Ngikutin perkembangan lewat tipi — atau sesekali dari Facebook lah, itu juga lewat Opera Mini.
  • Kegiatan cuma kerja aja.
  • Kalau capek, tidur.
  • Nabung, nggak beli lain-lain selain makan yang secukupnya sama kalau ada tugas aja — itu juga pake nawar-nawar.

Kalau ini semua bisa terwujud, kan kita bisa menghemat banyak hal dalam kehidupan. Hemat waktu, hemat tenaga, hemat pikiran, hemat baterai, hemat kesehatan — termasuk kesehatan mata.

Luar biasa.

Nyinggung UKT Sedikit Nih

Biasanya kan kalau masa-masa tahun ajaran baru — untuk Universitas — kayak sekarang ini, ada aja yang ngomong “Hapus UKT!” “Turunin UKT!” “UKT akal-akalannya birokrat!”

So, kita terlepas dari itu semua. Mendingan kita mikirin gimana caranya bayar UKT tiap semesternya itu. Kalau misalnya kamu kena UKT dua juta, berarti kamu harus mikirin gimana caranya ngelunasin dua juta tiap semester. Salah satunya adalah nabung.

Hitung lah sehari nabung berapa buat bayar itu UKT.

Kalau kita sudah bisa ‘hidup secukupnya’, nabung sudah nggak susah lagi.


Sumber gambar: mastersofmedia.hum.uva.nl