Mengenal Diri Sendiri

Nabilah Rizki
Nov 1 · 4 min read

Katanya menjadi diri sendiri menjadi lebih bijak dibandingkan seorang motivator sekalipun. Katanya memahami diri sendiri adalah bentuk rasa syukur atas apa yang tuhan telah berikan. Katanya menerima diri sendiri adalah menyatukan mimpi dan realita dengan porsi seimbang.

Ngomong — ngomong soal mengenal diri sendiri, emang seberapa penting sih kita harus peduli soal ini ? Apasih manfaat kalo kita bisa mengenal diri kita sebenarnya ? dan pentingnya lagi, cara mengenal diri sendiri yang baik itu gimana ya ? Nah aku akan jajak membaca bersama kamu akan hal ini, karena udah sudah cukup lama pembahasan ini menarik perhatian aku. Ayo kita selami lebih dalam lagi…


Babak Pertama

Saat ini aku sudah masuk semester 7 di tahap perkuliahan. Sudah mulai masuk fase mahasisa katanya, hahaha. Alhamdulillah beberapa to do list keinginan saat menjadi mahasiswa ku tercapai dan terealisasikan. Namun, masih banyak to do list aku yang sampai saat ini belum tercapai walaupun itu sudah aku coba. Walaupun kandas pada tahap tertentu; kadang di akhir perjalanan, pertengahan bahkan diawal perjalanan juga sering.

Semakin banyak kegagalan yang aku coba semakin membawa aku untuk mendekat diri ini dengan Allah SWT. Mempertanyakan, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres. hmmm… Refleksi ! Refleksi ? iya, mungkin ini adalah wujud pertolongan Tuhan untuk menguatkan aku pada kondisi kritis diri dalam menghadapi realita seperti ini.

Jadi, menurut KBBI, refleksi /re·flek·si/ /réfléksi adalah gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar. Menyadari hal — hal yang nyatanya mempengaruhi diri ini. Yap the point is : kesadaran.

Kesadaran atas kondisi diri, kompetensi diri, keterbatasan diri, kelebihan diri dan prinsip diri. Mau dibawa kemana arah hidup ini kalo tidak memahami diri. Mau berprogress yang bagaimana kalo prinsip diri saja tidak dipegang teguh apalagi sampai tidak tahu prinsip apa yang harus di genggam. Aku : Tertampar !

Selama ini aku berkelana untuk mencari kegiatan tanpa memfokuskan target apa yang hendak aku capai. Hanya perihal esensi, pengalaman dan pembelajaran terus yang menjadi landasan aku. Kurang ! ternyata bukan perihal itu saja yang penting. Jauh lebih penting. Kamu kenapa sih mau melaukan itu ? kenapa harus melakukan itu ? kenapa… kenapa… kenapa…

Setelah aku memikirkan to do list tiap paginya, aku tersadar tidak ada gunanya membuat list yang banyak. Sampai lupa kalo satu hari hanya cukup 24 jam. Dan manusia itu sifatnya limited energy, ada batasnya.

Kendati demikian, aku jadi teringat akan Golden Circle. Why ? How ? Why ? Hal ini penting banget ternyata dalam menata mindset untuk menjalani hidup. Aku dapatkan persfektif ini dari salah satu Sinau bareng komunitas di Semarang. Ternyata, sesuatu yang ingin kerjakan akan jauh bermanfaat dan optimal hasilnya apabila mengutamakan “kenapa”. Hal ini untuk menguatkan prinsip dan niat kita dalam menjalaninya nanti. Sama halnya kalo semisalnya kita ingin mengejar goals, coba saja mindset kita di putar, bukan soal “apa”” dulu tapi ini soal “kenapa”.

Pelan — pelan belajar memahami, merefleksikan diri dan merubah mindset yang masih belum progresif.


Babak Kedua

Aku coba meminum kembali air putih yang sudah aku teguk beberapa kali. Sesekali aku melihat jam, merapikan buku — buku dan kasur ku yang tiap pagi berantakan. Mencoba membangun mood hari itu, pikirku.

Setelah itu, aku mencoba mencoba mencari tahu kepribadianku, berdasarkan MBTI. Biasanya aku melakukan tes online MBTI di 16personalities.com/id. Setidaknya dari hasil tersebut, aku dapat menggambarkan diri ini sebagaimana mestinya. Apa yang aku harus lakukan, what does ? what doesnt ? Nah MBTI itu apa sih ?

MBTI adalah singkatan dari Myer Briggs Type Indicator yang telah dikembangkan oleh wanita bernama Katherine Cook Briggs dan putrinya bernama Isabel Briggs Myer. MBTI merupakan sebuah tes kepribadian yang dinyatakan paling akurat dan mudah digunakan. MBTI memiliki 4 skala kecenderungan dimana :

  • Extrovert vs Introvert.
  • Sensing vs Intuition.
  • Thinking vs Feeling.
  • Judging vs Perceiveing

Dari 4 skala kecenderungan tersebut, muncullah 16 kepribadian. Sangat panjang apabila akan di jelaskan secara satu persatu. Mungkin, akan lebih detail dapat di baca pada link yang sudah aku berikan.

Dari hasil yang kita dapat nanti dapat membantu menggambarkan diri kita itu seperti apa. Mencari kelebihan dan kelemahan yang didasari nilai kecenderungan MBTI. Walaupun tidak sepenuhnya benar, namun tampak beberapa solusi yang dapat mengarahkan langkah dan pemikiran sesuai diri kita sendiri.

My opinion is, setidaknya tes MBTI adalah salah satu langkah memahami diri sendiri.

Babak Ketiga

Sudah saatnya makan siang tiba. Kadang kalo lagi males keluar, aku selalu mengandalkan manusia berjaket hitam-hijau untuk membawakan aku makanan. Manusia yang selalu menjadi supporting system saat dilanda kelaparan.

Take action and no reason. Ambil tindakan dan jangan banyak alasan.

Ada salah satu buku yang pernah aku baca. Katanya, sudah saatnya gagasan pemikiran kita ini dipasangkan kaki — kaki untuk bergerak. Tidak lagi bertebaran dalam lintas dimensi saja, antara alam sadar dan realitas bumi ini. Guna mewujudkan perubahan yang inovatif dan bermanfaat. secara garis besar, seperti itulah kalimatnya. Aku lupa kalimat pastinya seperti apa.

Aku sadar, aku masih terlalu terlelap dengan alam bawah sadarku. Mungkin kegagalan aku selama ini adalah persiapan yang belum matang. Deadliner ! klasik banget. Mencoba merubah pola waktu kegiatan (Manajemen waktu) dan mengelola tindakan asertif, agar dapat mengukur kemampuan diri. Mengerti keterbatasan diri ini, memahami diri yang khalayaknya tidak sama dengan orang lain.

Penutup dari kesekian omong kosong diatas, bahwa ini adalah sharing tanpa ada wujudnya kalo hanya dibaca dan tidak akan bernilai kalau saja menjiplak tanpa dilakukan berdasarkan versi diri kamu sendiri. Ayo kawan, bersama — sama berexperiment. Selagi muda, habiskanlah jatah gagal dan jangan pernah berhenti semangat menjaga niat kita…. menjadi manusia yang bermanfaat.

Bismillah, besok udah ganti hari lagi. Malam ini istirahat dulu. Besok siap siap ya ! Kencangkan sabuk pengaman ! kita akan berkelana memahami diri sendiri dari setiap kejadian yang kita hadapi tiap waktu ke waktu. Ganbatte dan Good Luck !

    Nabilah Rizki

    | Sedang menata Hidup |Say Aloha, selamat datang di media belajar menulis nabilah! :)

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade