TV 50 Juta Rupiah

hari minggu kemarin, aku dan keluargaku berkeliling membagikan nasi bungkus untuk sarapan orang-orang yang kurang beruntung di jalanan. hal ini biasanya kami lakukan hari jumat siang setelah sholat jumat dalam rangka jumat berkah, tapi karena ada kendala di hari jumatnya, maka diganti jadi hari minggu.

kegiatan ini adalah salah satu kegiatan sosial yang dibiasakan umi kepada keluargaku, agar kami selalu ingat untuk bersyukur atas apa yang kami miliki sekarang, agar kami selalu ingat bahwa sangat banyak orang yang membutuhkan bantuan kita, dan agar kami selalu ingat untuk berbagi dengan sesama.

setiap berbagi, kami berkeliling surabaya. dalam perjalanan, kami menemui sangat banyak orang. kami temui tukang becak tua renta yang sebenarnya sudah saatnya istirahat di rumah dengan keluarga namun justru masih harus tinggal di becaknya jauh dari keluarga demi sesuap nasi. sering kupikir, berapa penghasilan tukang becak hari ini dengan segala kemajuan teknologi transportasi, untuk makan dirinya sendiri saja sepertinya tidak cukup.. kami temui juga ibu-ibu yang sepertinya sudah seumur nenekku, sedang menyapu dedaunan dan sampah di jalanan dengan keringat di dahinya dan senyum di bibirnya. ada juga anak-anak kecil bermuka kusam kotor terlalu lama berada di jalanan, berbaju lusuh, berambut kemerahan terlalu sering terkena terik matahari, berlarian di jalan menjajakan koran dan jajanan, buat makan katanya. belum makan berhari-hari, katanya. sering kulihat mereka di perempatan jalan itu, bahkan di hari dan jam sekolah. apa mereka bolos atau memang tidak sekolah..? ada juga tukang sampah yang menarik gerobaknya, mengais tempat sampah kita demi hidupnya dan keluarganya. bau dan kotor bukan masalah asal keluarga di rumah bisa makan. atau nenek-nenek yang sudah sangat bungkuk di lampu merah jalanan besar, kulihat jalannya yang sudah mulai terseret-seret dan tangannya memegang setumpuk koran yang ia jajakan. pernah suatu hari seseorang memanggil sang ibu, memberinya uang, dan ketika sang ibu memberikan korannya, seseorang tersebut menolak dan meminta sang ibu menyimpan uangnya. sang ibu menolak dan meminta dengan baik agar orang tersebut membeli jualannya saja. meski badan sudah tua renta, harga dirinya masih ada untuk tidak hidup dengan meminta-minta. masyaAllah..

masih banyak orang-orang yang kutemui selama perjalanan yang sangat membutuhkan bantuan. dan seringkali, dalam perjalanan pulang setelah nasi yang kami bawa habis, masih banyak kami lihat orang yang membutuhkan :(

malamnya, aku dan keluargaku pergi jalan-jalan. lalu kami mampir ke toko elektronik.

kulihat ada televisi yang sangaaaaaaat besar, panjangnya lebih dari kedua tanganku dibentangkan, tingginya mungkin sekitar satu meter. tv itu sedikit melengkung, teknologi terbaru yang bisa membuat pengalaman menonton semakin real. for the best “home theater” tulisannya. mau nonton apa ya sampe gini banget hahahaha..

aku penasaran berapa harga yang harus dibayar untuk teknologi ini. kulirik tag harganya. tulisannya bikin aku kaget, ada 8 digit, dengan 999.000 di 6-digit terakhirnya. nyaris 50juta. masyaAllah.

dengan uang sebesar itu, berapa nasi bungkus yang bisa dibeli buat dibagikan ke orang-orang tadi.. berapa banyak anak jalanan yang bisa disekolahkan.. berapa banyak usaha yang bisa dimodali agar ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah tua renta tadi bisa berjualan di rumahnya dekat dengan keluarga.. berapa banyak.. ah sudahlah, toh aku tidak punya uang sebanyak itu. dan mungkin saja orang yang membeli tv itu sudah berbagi lebih banyak dari aku.

di saat ada orang beli TV 50 juta, di belahan dunia lain ada orang yang sedang berjuang mati-matian untuk makan keluarganya hari itu.

di saat kamu membelanjakan uangmu untuk bersenang-senang, di belahan dunia lain ada keluarga yang berpuasa karena tidak ada nasi apalagi lauk untuk dimakan hari itu.

di saat kamu sedang mengeluh, tidur di kelas, dan menyia-nyiakan waktu kuliahmu, di belahan dunia lain ada anak yang sedang berandai-andai tentang duduk belajar di bangku sekolah.

jangan lupa berbagi dan bersyukur :)

___

I’m a bit late from my weekly target to post one writing every weekend :’ I’m a bit busy at the time huhu

again, this post is a re-post from my old blog. aku menulis ini saat perjalanan pulang dari toko tersebut. keluargaku masih melanjutkan kegiatan berbagi di hari Jumat itu. beberapa bulan kemudian aku dan 2 temanku memulai kegiatan serupa di kampus kami yang alhamdulillah berjalan hingga sekarang dan bernama “Peduli Sekitar”. you can read more about it on our Instagram account @peduli.sekitar. yuk peduli, yuk berbagi! :)