Haruskah, cinta?

cinta, kata mereka.

bikin bahagia, aku mereka.

meski diselingi air mata, namun tetap akan tertawa, ucap mereka.

tapi dimana?

dimana aku bisa menemukan cinta yang mereka sebut-sebut pembawa gembira?

bolehkah, jika aku memilih tidak mempercayai mereka?

karna sejauh yang aku temukan, bukan cinta yang membuatku bersuka cita.

melainkan bersamanya, ia yang tidak pernah mengaku cinta, pun tidak pernah ku bilang cinta, namun hangat genggamannya selalu mampu menentramkan hati yang dipenuhi gelisah.

haruskah, berdua melulu tentang cinta?

karna bagi kami tidak.

kami berdua, ada dan nyata, bahagia.

meski cinta, tidak pernah terucap dari bibir kita.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Nabilla Nathania’s story.