Jakarta itu seperti remaja tanggung

Meledak-ledak

Kau tak bisa pastikan Jakarta memberimu apa

Penuh kegilaan, penuh keriangan

Penghuni nya gemar merajuk

Jakarta itu seperti ibu kita

Rapuh sekalipun ia tegar

Jakarta memaksa penghuninya untuk tabah

Masalah satu kelar eh masalah lain datang

Peduli setan, pokoknya profesional

Sudah pusing, pekak pula kuping dihunjam klakson macam orkestra sumbang

Menjadi pepes di kereta listrik, eh hati ini juga patah.

Kalau menyusuri Selatan Jakarta, kau bisa lihat kaum urban sibuk menghabiskan hari di sudut kafe itu

Di depannya, tampak pekerja proyek melepas lelah

Segelas plastik bekas air mineral lima ratusan itu berubah menjadi segelas kopi hitam panas

Ide untuk merubah Jakarta bergema di menara-menara tinggi itu

Tapi tak pernah sampai ke telinga para warga yang rumahnya digusur

Orang-orang cuma tau, kerja kerja kerja! makan makan makan!

Sudah pusing tidak mau mikir apa-apa lagi

Kebal dengan segala harapan yang pernah dilambungkan setinggi mungkin, pasti terhempas ke bumi

Getir, tapi manis

Jakarta mengajarmu untuk kuat

Untuk menghadapi ketidakpastian

Atau ditampar langsung dengan kenyataannya

Jakarta memaksamu untuk selalu baik-baik saja