Bila ada kesempatan kita untuk bertatap mata kembali. Akan kutanyakan beberapa hal, sayang. Apa yang lebih tabah dari hujan bulan juni?

Seorang perempuan yang dengan tabah menunggumu, bahkan ketika kau enggan memberitahu apakah kau akan tinggal atau berlalu.

Pertanyaan kedua, apa yang lebih pilu dari ditinggal saat sedang teramat sayang?

Ketika aku dengan rela mematung di satu titik untuk menunggu kepulanganmu. Berdiam diri. Bingung hendak ke mana.

Kau membuatku linglung, aku bingung memilih mana yang lebih sakit. Menunggumu atau melepasmu.

Like what you read? Give Nada Nisrina a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.