Mimpi dan Delusi
Coba ceritakan bagaimana kabar mimpimu saat ini? Masihkah kau mengejarnya hingga lelah? Ataukah hanya kau tinggal di dasar bantalmu pagi ini? Atau haruskah aku tanyakan siapa lagi yang kau tinggalkan karena mimpi-mimpimu?
Bagiku, mimpi justru hal yang membuatku terjaga hingga detik ini. Bagiku, mimpi adalah satu-satunya hal yang berharga saat nafas tak lagi membuatku hidup. Bagiku, mimpi adalah jembatan antara apa yang masih ada saat ini, apa yang tertinggal dan telah hilang di masa lalu, dan apa yang masih terbayang di masa depan.
Lalu, coba jelaskan delusi yang sedang kau pikirkan kini. Delusi yang kau pikirkan itu. Pikiran-pikiran semu yang kau jadikan raja. Pikiran-pikiran yang tak ada yang kau dewakan. Melepas seseorang di sekitarmu demi apa yang belum terlihat, mungkin jalan terbaikmu.
Namun, untukku delusi tak pernah lebih dari bayangan semu yang sepintas melewati pikiranku. Tak akan aku biarkan delusi merajai hidupku. Tak akan aku biarkan delusi melenyapkanmu dari hidupku.
Mimpi mungkin akan selalu aku kejar hingga batas mampuku. Namun delusi hanya akan aku endapkan di ruang kosong tak berpenghuni di kepalaku.