Seolah air mataku sudah sangat malu mengguyur pipiku
Mengalirlah ia didalam dan kuteguk semua pilu bersamanya
Aku tersedak pada kepingan asa yang telah buntu
Kini ku harus berkemas, melepaskan pelan-pelan simpul rasa yang rumit terikat didadaku
Dalam sujud panjangku, ku kembali membangun doa, untukkmu, memperbaiki bahagiamu.
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.