Orange van de Nagari

Okai I know the title sounds so stupid, but I am just adding a little sugar on the top of story just in case it’s too sour, because it’s…. ORANGE!

yap gue baru saja balik dari menonton sebuah film yang berjudul negeri van oranje. Kenapa sih readers harus banget nonton film Negeri van Oranje ini. Unless you are a starwars geek, kalian gaada salahnya nih untuk menonton film ini. Film ini bercerita mengenai 5 orang sahabat yang menempuh pendidikan di Belanda untuk kuliah master mereka. Mereka dipertemukan ketika Banjar (Arifin Putra) dan Wicak (Abimana) terhenti di sebuah stasiun akibat kereta yang mereka tumpangi terpaksa berhenti karena ada badai. Di stasiun tersebut perjalanan hidup mereka, dimulai. Selain Wicak dan Banjar, ada pula Daus. Daus ini seorang keturunan betawi asli yang disekolahkan oleh pemda setempat karena kepintarannya. Ada juga Geri, diantara kelima orang ini, Geri ini yang paling tajir. Doi ini doyan banget nge-traktir teman-temannya. And there she comes “you are the apple of my eye” Lintang! Kenapa gue sebut Lintang demikian, karena keempat cowok ini semuanya naksir Lintang. Apa-apa buat Lintang, senggol sana gencet sini semuanya buat Lintang. Cerita berjalan selayaknya yang readers semua perkirakan, hingga ketika Lintang merasa ada yang janggal dengan persahabatan ini. Ketika Lintang harus memilih. Pilihannya jatuh kepada seseorang. Namun ternyata bukan orang yang tepat. Karena orang ini sudah punya seseorang lain ternyata dibelakang Lintang. Tapi akhirnya doi ini cerita, cerita semuanya. Ia juga minta maaf ke Lintang karena telah menutupi segalanya dari Lintang. Akhir dari cerita ini, Lintang memilih. Lintang memilih orang yang dirasa tepat bagi dia, peduli dengannya dan tulus sayang sama dia.

Itu sekilas sinopsis dari Negeri van Oranje yang baru release hari ini (23/12) dan barusan juga gue tonton. Nonton film ini, membuat aku naksir Belanda! beneran deh, negaranya cantik banget di film itu. Perpaduan antara modern dengan unsur art yang juga kuat. Ngebuat gue gak bosen selama nonton film ini. Nonton film ini pula ngebuat gue ngebayangin punya sahabat sedekat Banjar, Wicak, Daus dan juga Geri. How wonderful it will be. Ekspektasi gue sih mulanya, film ini bakal evolve di struggle-nya mereka menjalani perkuliahan dengan bumbu-bumbu cinta diantara mereka. Meskipun yang terjadi malah sebaliknya pemandangan negeri Belanda cukup mambu membius gue. Ah senangnya kalo bisa visit Belanda one day!

Like what you read? Give Nadia Hanif a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.