Kalah

Ada waktunya kita harus mengaku kalah pada hidup.

Atau barangkali, mengakui bahwa kehidupan ini tidak selalu terbagi dalam sekuens perlombaan: kejadian-kejadian di dunia ini terjadi sebagaimana ia terjadi saja, tanpa harus ada pihak yang menang dan yang kurang beruntung.

Mungkin kesederhanaan dan kasih sayang yang lurus, tidak bergemuruh, namun mengayomi dan mendampingi, adalah prioritas yang sebenar-benarnya dalam hidup.

Mungkin menjadi ambisius dan mengetahui langkah kali selanjutnya dengan amat sangat baik tidak perlu jadi tujuan kita membuka mata sehari-hari.

Yah, memang ada waktunya kita harus sadar bahwa kita hanyalah makhluk fana yang kecil, tak bisa apa-apa, dan akan kalah jika tak diusahakan sepenuh hati…

Like what you read? Give Nadya S. Pryana a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.