SAMSUNG GALAXY S7: Presenting the World

Credit: samsung.com

Saya adalah seorang peneliti, dan dunia ini adalah laboratorium saya.

Pekerjaan saya memberikan saya kesempatan untuk pergi ke pelosok daerah dan banyak tempat baru yang tidak saya ketahui sebelumnya, dan bertemu banyak orang. Menjelajah, menyelami, dan mempelajari kehidupan masyarakat, serta menemukan jawaban atas pertanyaan sosial yang mendesak. Puluhan, ratusan orang dengan kehidupan masing-masing yang menarik sudah saya temukan sepanjang perjalanan ke tempat-tempat ini — dan hal yang terberat, sekaligus ter-menyenangkan dari proses ini adalah menceritakan potongan kehidupan mereka pada orang lain yang memiliki pertanyaan yang sama dengan saya.

Tantangan besarnya adalah: bagaimana caranya menangkap semua pengalaman tersebut tanpa mengurangi dimensi dan kualitasnya? Bagaimana pula saya bisa memastikan bahwa peralatan apapun yang saya miliki — terutama telepon genggam, yang tak bisa saya gambarkan seberapa pentingnya dalam pekerjaan ini — bisa mengikuti ritme kerja saya yang tidak terlalu nyaman: mobile, tahan lama di luar ruangan, mampu menjawab tuntutan performa tinggi di bawah tekanan, durable — akibat mudah terekspos matahari, air, dan sebagainya?

Menariknya, pertanyaan saya kemudian terjawab sudah di acara Samsung Galaxy Unpacked 2016 di Barcelona, 21 Februari silam. Perkenalan SAMSUNG GALAXY S7 | S7 Edge dan Gear 360 di acara yang high-end dan elegan ini dikemas modern dan menggiurkan. Saya yakin: sama halnya seperti saya, ribuan orang yang menonton acara ini tentunya akan mengangguk-angguk setuju setengah terkagum-kagum dengan fitur, spesifikasi, dan segala atribut yang melekat pada teknologi yang melekat di tiga device ini, terutama perangkat terbaru dari seri Galaxy S (yang tak kalah menakjubkan dibandingkan kehadiran Mark Zuckerberg yang mengejutkan para hadirin Global Unpacked 2016!).

Well, Zuckerberg aside —selama menonton acara ini, muncul pikiran ini di kepala saya: SAMSUNG GALAXY S7 is really the answer to my burning questions!

Credit: samsung.com

Membicarakan fitur lengkap SAMSUNG GALAXY S7 (silahkan dilihat di tautan berikut) tentu membuat saya ingin membuat daftar panjang hasil review perangkat yang sedang jadi hot trend di mana-mana ini. Mulai dari yang paling relevan bagi pekerjaan saya — kamera. Dual pixel, bukaan diafragma f 1.7, kemampuan menangkap cahaya dalam keadaan gelap — adalah hal yang lebih dari yang bisa saya minta dari sebuah kamera dalam telepon genggam. 
Sebagai pemotret amatir yang tidak terlalu menguasai teknik fotografi tingkat tinggi namun membutuhkan banyak dokumentasi berkualitas untuk laporan riset, ini adalah kabar baik untuk saya. Belum lagi kompatibilitasnya dengan Gear 360, penghubung ke other reality (atau, lebih populer dengan sebutan virtual reality), slot memory card yang longgar, dan kamera yang mampu menangkap keseluruhan ambience dari gambar yang dipotret. Komprehensif, tajam, kaya, berkualitas — semuanya ringan dan mudah.

Capturing the moments in high resolutions and presenting the comprehensive findings to interested parties have never been this easy-and-fancy!

Dari segi performa, SAMSUNG GALAXY S7 | S7 Edge juga menarik perhatian saya. RAM 4GB (!), baterai 3,600 mAh, dan kemampuannya tahan berada di air hingga kedalaman 1,5m selama 30 menit langsung membuat saya teringat pada telepon genggam saya yang tak bisa lagi saya gunakan karena 1) terlalu lemot, 2) rusak akibat terlalu sering terciprat air hujan, dan 3) charging outlet-nya gangguan akibat terlalu sering menggunakan power bank dan hampir tak pernah di-charge menggunakan charger bawaan; risiko selalu berada di luar rumah. 
Telepon genggam yang tidak menyusahkan di lapangan itu sulit dicari — belum lagi yang tidak kuat keep up dengan ritme kerja; tapi dengan spesifikasi monster seperti itu, kerja macam apapun sudah pasti akan lancar, bukan? Memotret, merekam video, menggunakannya sebagai alat wawancara, membalas surel, melakukan conference call di Skype dalam waktu lama — semuanya mungkin dilakukan.

Credit: samsung.com

And in case you’re wondering when I would stop with the hard-selling — no, not yet. Satu hal lagi yang tak akan terluput: bungkus dan tampilan luar dari SAMSUNG GALAXY S7. Bukan hanya bentuknya yang ergonomis saja yang membuat saya menyukai tampilan SAMSUNG GALAXY S7, tapi juga always on display (tak perlu repot memencet tombol apapun saat sedang wawancara!) dan bodi yang tak akan panas ketika digunakan berlama-lama. Bagi pekerja luar ruangan seperti saya, ketahanan adalah hal yang sama seriusnya dengan performa. Apalagi dengan penggunaan kamera yang akan semakin intensif untuk menangkap momen, ambience, situasi, dan potret kehidupan orang-orang yang saya wawancarai.

Saya bisa paham mengapa telepon genggam terbaru dari Samsung seri Galaxy S ini begitu revolusioner rasanya. Perangkat ini dibuat dengan filosofi “rethink”, “re-evaluate”. Tim pengembangnya menantang batas dan limitasi yang membatasi kinerja sebuah telepon genggam, mengevaluasi kebutuhan pelanggan, dan menggabungkan keduanya untuk menghadirkan perangkat ini. Tim ini tidak ingin menjalankan segala sesuatunya dengan cara konvensional. Seperti halnya saya yang ingin keluar dari laporan dan presentasi yang terbatas, dull, dan membosankan — padahal dunia luar terlalu indah dan kompleks untuk disederhanakan.

Rethink. Redefine.

Credit: samsung.com

*Tulisan promosional ini dibuat untuk kompetisi blog IDBlogNetwork, Maret 2016.

Like what you read? Give Nadya S. Pryana a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.