Asal muasal, bermaksud baik, malah ditikam dari belakang

Konten ini adalah sudut pandang individu tidak menerima kritik dan saran, persetujuan atau apapun!!! . Jika kamu adalah orang yang aku harapkan untuk membaca tulisan ini, tunggu dulu, belum saatnya.

….
Paparan cerita sebelumnya, ya dia meminta untuk… emm. Maaf saya di sini harus menunjuk seseorang untuk jadi tokoh “besarnya” dalam artian sebenarnya. Ya dia pernah menawarkan diri untuk freelance, dia meminta project ke saya, dan ak bilang “oke kapan-kapan aku kabari….”.

Saya mulai join ke sebuah startup ecomerce di wilayah barat yogyakarta, disini saya join sebagai frontend tentu saja parttime karena saat ini masih bekerja di sebuah perusahaan startup juga.

Beberapa minggu berlalu, berselang berganti dengan minggu-minggu berikutnya.

Dan saya mendapat chat bahwa startup barat yogyakarta tsb butuh backend, akhirnya mau saya ambil dan tiba-tiba saya melihat/teringat sosok besar yang itu, oke akhirnya saya tawari dia untuk freelance dengan range gaji cukup mengiurkan.[Harusnya saya ambil sendiri, dan saya sangat menyesal menawarinya!]. Individu itu bahakan tak punya whatsapp WTF!!, akhirnya dia berusaha dan segera dihubungi si pihak penjari freelance tsb. [Inilah awal dari segalanya, maksud hati mau membantu nya buat tambahan penyokong hidupnya malah kena TIKAM, nasib-nasib]. Dia pun diterima dan mulai kerja remote.

Dua minggu sebelum nya saya memutuskan untuk mencari tantangan baru, ya saya mengajukan lepas kerja dari pekerjaan saya.

Penasaran? ah aku tak peduli,, hahaaa….

Like what you read? Give alam ybs a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.