4 Langkah Mutahir Untuk Menguasai Brand Judgement, no 4 Pasti Bikin Pusing

Apa sih yang Dimaksud dengan Brand Judgement itu?

Sebelum menjelaskan mengenai brand judgement, kita bahas dulu sedikit ilustrasi mengenai tema yang akan kita bahas ini. Apa yang terlintas di benak saat mendengar merek Coca Cola? Yang terpikirkan pasti merupakan sebuah merek minuman berkarbonasi dengan rasa moka yang khas. Bukan cuma di negara asalnya, namun sampai di Indonesia dan berbagai negara di seluruh penjuru bumi tahu jika Coca Cola merupakan merek dagang untuk minuman bersoda yang legendaris dan identik dengan logonya yang juga merupakan nama produk itu sendiri.

Begitu pula saat kita mendengar nama Nokia, yang paling pertama muncul dalam benak adalah ponsel, apalagi di Indonesia handphone Nokia memang menjadi salah satu merek ponsel yang paling populer di Indonesia, sehingga masyarakat akan langsung mengenali Nokia sebagai merek alat komunikasi. Saat muncul produk lain seperti baju atau sendal sekalipun dengan merek Nokia atau Coca Cola, bisa dipastikan tanpa perlu klarifikasi dari pihak perusahaan, maka masyarakat akan langsung mengerti bahwa produk tersebut adalah palsu dan malah dijadikan bulan-bulanan.

Itulah yang dimaksud dengan brand judgement, yakni kalimat atau tanggapan yang pertama kali muncul dalam benak konsumen saat mendengar nama sebuah brand atau produk disebut. Penilaian dari kostumer bisa disebabkan oleh beberapa hal penting, seperti yang dijabarkan di bawah ini:

- Kualitas brand, Penilaian dari konsumen didapatkan dari kualitas brand yang mereka dapatkan setelah membeli sesuatu atau mencoba pelayanan dari brand tertentu, misalnya saja pelanggan menginap di sebuah hotel berbintang dengan pelayanan yang luar biasa baik, sekalipun dengan tarif inap yang tak seberapa mahal jika dibandinkan dengan hotel kelas internasional, sudah tentu tanggapan dan penilaian dari konsumen pun akan positif.

- Kredibilitas brand, Bukan cuma kualitas brand yang akan dinilai oleh konsumen, namun juga kredibilitasnya. Misalnya suplemen pelangsing tubuh, jika banyak testimoni positif dan real mengenai keberhasilan produk tersebut menurunkan berat badan, maka masyarakat akan memilih produk tersebut.

- Pertimbangan brand, Percuma saja jika konsumen memberikan tanggapan positif mengenai produk yang kita tawarkan, tetapi tidak memutuskan untuk membelinya. Memuji produk tetapi tak membelinya bisa menjadi salah satu tolak ukur bahwa produk kita kurang menarik di mata pelanggan.

- Keunggulan brand, Jika konsumen merasa yakin bahwa produk kita akan memberikan lebih banyak keuntungan daripada produk sejenis lainnya di pasaran, maka bisa kita katakan jika produk kita sudah mendapatkan brand judgement yang baik dari konsumen. Misalnya di Indonesia rata-rata masyarakat kalangan atas memilih sekolah swasta dibanding sekolah negeri karena ada penawaran yang lebih untuk pendidikan anak sekalipun harus membayar lebih.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Nam khoepen’s story.