Menghabiskan Makanan Cuma Perkara Kebiasaan
Secara random tiba-tiba ingin membahas perkara penting nggak penting ini. Menghabiskan makanan mungkin terlihat nggak penting, tapi kalau melihat gunungan sisa makanan, mungkin akan jadi tampak penting.
Saya termasuk picky eater, bisa dibilang banget malahan. Daripada menyebutkan makanan yang saya nggak doyan, akan lebih mudah menyebutkan yang saya doyan. Saking banyaknya makanan yang saya nggak doyan.
Tapi apakah lantas membuat saya sering menyisakan makanan? Kadang sih, tapi nggak sering dan biasanya cuma saya sisakan makanan yang saya nggak doyan aja, selebihnya mau sekenyang apapun saya akan berusaha keras untuk menghabiskan.
Rakus? Maruk? Kelaparan?
Hmmmm, nggak juga sih. Menurut saya, perkara menghabiskan makanan ini cuma soal kebiasaan. Kalau yang pernah makan bareng sama saya, kalau kalian perhatikan…hehehe, piring saya sering kinclong lho, alias nggak ada sisa sebutir nasi pun (kalau makan nasi).
Sedari kecil, saya memang selalu menghabiskan makanan sampai tandas tak bersisa. Waktu SD, sampai pernah diolok-olok karena piring saya bersih, nggak menyisakan sebutir nasi pun.
Sempat malu sih setelah itu. Tapi ternyata doktrin orang tua saya masih lebih kuat dibandingkan olok-olok teman saya. Jadilah sampai saat ini saya masih saja sikat habis makanan yang saya makan.
Sedangkan beberapa teman yang saya kenal, seringkali masih menyisakan makanan di piringnya. Walaupun tidak terlihat kekenyangan.
Jadi menurut saya, sepertinya perkara menghabiskan makanan ini mungkin sebetulnya bukanlah perkara rasa ataupun kapasitas perut, tapi cuma perkara kebiasaan saja.
Saya yang sejak kecil terbiasa menghabiskan makanan sampai piringnya bersih (begitu juga orang tua dan kakak saya), jadi sampai saat ini rasanya nggak tega kalau makan nggak sambil “bersihin piring”.
Jadi inget juga sama cerita yang entah benar entah tidak, soal salah satu restoran di Jerman yang nge-charge harga makanan sampai 2x lipat jika pembeli tidak menghabiskan makanannya. Alasannya “uangnya mungkin milik Anda, tapi bahan makanan yang Anda pesan sejatinya milik semua orang di bumi, jadi Anda tidak berhak membuang-buang makanan”.
Wow.